Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melanjutkan penguatan.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 13 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan.
Pada perdagangan semalam (12/7) bursa AS ditutup menguat. Dow Jones naik 0,25%, diikuti S&P 500 0,74% dan Nasdaq 1,15%. Penguatan terjadi setelah pengumuman data inflasi CPI Juni sebesar 3,0% YoY.
Pasar komoditas ditutup mixed. Minyak naik 1,44% ke level USD 74,8/bbl, emas 1,26% ke level USD 1.962,4/toz, nikel 4,43% ke level USD 21.628, batu bara turun 4,44% ke level USD 128,05/ton dan CPO naik 1,02% ke level MYR 3.928.
Bursa Asia pada perdagangan kemarin ditutup mixed. Nikkei turun 0,81%, Hang Seng naik 1,08% dan Shanghai turun 0,78%.
Sedangkan, IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 6.808,21 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 544,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 435,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 108,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 342,5 miliar), BBRI (Rp 162 miliar), dan TLKM (Rp 37,5 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBNI (Rp 142,2 miliar), BMRI (Rp 22,6 miliar), dan SMGR (Rp 18,3 miliar). Top leading movers emiten BBCA, GOTO, BBRI, sementara top lagging movers emiten BYAN, ADRO, UNTR.
Pagi ini pasar regional dibuka menguat Nikkei naik 0,50% dan Kospi 0,58%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan seiring dengan semtimen global dan regional,” demikian tertulis.
