TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Menyamping

Agus Haryanto
24 July 2023 | 05:03
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi menyamping

Penelitian Harian Samuel, Senin, 24 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Samping.

Pada penutupan Jumat (21/7) lalu, pasar AS bergerak sideways. Dow Jones menguat 0,01%, S&P 500 +0,03%, dan Nasdaq melemah 0,22%. Pasar AS bergerak sideways pada Jumat lalu, tetapi Dow mencatatkan kenaikan selama sepuluh hari berturut-turut, sejak Agustus 2017.

Pasar Asia-Pasifik diprediksi akan dibuka sideways, menyusul rentetan data ekonomi dari berbagai wilayah, termasuk data inflasi dari Malaysia dan Singapura.

Pasar komoditi terpantau menyamping pada Jumat (21/7) kemarin. Minyak WTI menguat 1,9% ke level USD 77,07/bbl, Brent +1,8% ke level USD 81,1/bbl, harga batubara +1,3% di level USD 141,75/ton, nikel melemah 2,36% ke level USD 20.830 dan CPO -0,1% ke level MYR 4.043. Harga emas terpantau -0,3% ke level USD 2.005/toz.

Bursa Asia bergerak sideways pada Jumat (21/7) kemarin. Kospi menguat 0,37%, Nikkei melemah 0,57%, Hang Seng menguat 0,78%, dan Shanghai melemah 0,06%.

IHSG ditutup menguat 0,24% ke level 6.880,8. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ikut menguat 0,34% ke level 207,2. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net buy Rp 2,9 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 181,1 miliar, dan negosiasi pasar mencatatkan net buy asing Rp 184 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BMRI (Rp 136 miliar), KLBF (Rp 23,7 miliar), dan CPIN (Rp 18,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh ASII (Rp 69,9 miliar), BBCA (Rp 58,8 miliar), dan ADRO (Rp 57,6 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXTRANS, sementara yang menjadi pecundang sektor teratas datang dari IDXTECH. Top leading movers emiten adalah AMRT, BMRI, SMGR, sementara top lagging movers emiten adalah ASII, GOTO, BUKA.

BACA JUGA:   IHSG Diramal Menghijau Usai Rebalancing MSCI, Saham Ini Jadi Pilihan

Pagi ini Nikkei menguat 0,95% dan KOSPI melemah 0,41%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Munas HIPA ITS Angkat Jogyo Susilo Jadi Ketua, Ini Program Prioritasnya

Next Post

UKM Bisa Tanda Tangan Digital via Solusi Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR