Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0,27% tapi disertai dengan net buy asing Rp171 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli asing adalah TLKM, BBRI, ACES, BBNI dan ASII.
IHSG kemarin sempat menyentuh upper bollinger band, tapi ditutup kembali mendekati moving average 5 hari, yang artinya belum terlalu confirm untuk melanjutkan kenaikan.
“Level resistance berada 6850-6870 dengan support 6920-6950,” ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Selasa (25/7/2023).
Bursa Asia Pasifik Variatif
Kemarin, bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami pergerakan yang beragam. Pada Jumat lalu bursa AS tidak memberikan sentimen positif yang signifkan. Nikkei mencatat kenaikan yang cukup signifikan.
Lalu, IHSG juga menguat, sementara Hang Seng melemah sangat signifikan lebih dari 2%. Hari ini Dewan Gubernur BI akan mengumumkan suku bunga yang diperkirakan tetap di level 5,75%.
Adapun Hong Kong akan mengumumkan neraca perdagangan (balance of trade) Juni 2023 pada hari ini.
Wall Street Naik
Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,52%, begitu juga dengan S&P 500 yang menguat sebesar 0,40%, sementara indeks Nasdaq juga naik sebesar 0,19%.
Dow Jones menguat selama 11 hari berturut-turut. Investor memasuki minggu ini dengan laporan keuangan emiten dan keputusan Federal Reserve.
Saham energi memimpin kenaikan di S&P 500 dengan kenaikan sekitar 1,7%. Saham Chevron naik hampir 2%.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa (25/7):
1. AKRA: Spec Buy
Support di 1350, cutloss jika break di bawah 1320. Jika tidak break di bawah 1350, potensi naik ke 1380-1420 short term.
2. ADMR: Spec Buy
Support di 980, cutloss jika break di bawah 920. Jika tidak break di bawah 980, potensi naik ke 1025-1100 short term.
3. MAPI: Spec Buy
Support di 1900, cutloss jika break di bawah 1860. Jika tidak break di bawah 1900, potensi naik ke 1950-2000 short term.
4. ICBP: Spec Buy
Support di 11475, cutloss jika break di bawah 11300. Jika tidak break di bawah 11475, potensi naik ke 11650-11850 short term.
5. JPFA: Buy on Weakness
Support di 1275, cutloss jika break di bawah 1250. Jika tidak break di bawah 1250, potensi naik ke 1320-1350 short term.
6. ISAT: Spec Buy
Support di 8800, cutloss jika break di bawah 8650. Jika tidak break di bawah 8800, potensi naik ke 9075-9200 short term.
