Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak naik.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 3 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada penutupan perdagangan Rabu (2/8) bursa AS melemah. Dow Jones turun 0,98%, diikuti S&P 500 1,38% dan Nasdaq turun 2,17%. Penurunan terjadi setelah Fitch menurunkan peringkat default penerbit mata uang asing jangka panjang AS dan sentimen risk-off yang muncul kembali.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung melemah. Minyak WTI turun 2,31% ke level USD 79,49/bbl, emas terkontraksi 0,51% ke level USD 1.934,5/toz, nikel turun 3,64% ke level USD 21.452, batubara pun minus 0,43% ke level USD 138,3/ton, sedangkan CPO naik 1,11% ke level MYR 3.915.
Pada perdagangan kemarin, bursa Asia juga ditutup melemah. Nikkei turun 2,30%, Hang seng -2,47% dan Shanghai 0,89%.
Pada perdagangan kemarin IHSG juga ditutup turun 0,46% ke level 6.854,5 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 4,8 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 283,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 5,1 triliun. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan AMMN (Rp 106,3 miliar), MEDC (Rp 29,5 miliar), dan ASII (Rp 28,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 132,9 miliar), BBCA (Rp 96,6 miliar), dan GGRM (Rp 83,2 miliar). Top leading movers emiten BBCA, BMRI, BBNI, sementara top lagging movers emiten BYAN, TLKM, GOTO.
Pagi ini pasar regional dibuka mixed. Nikkei naik 0.41%, dan Kospi 0,84%. “Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak melemah seiring dengan sentimen di pasar global,” demikian sebut penelitian.
