Jakarta, TopBusiness – PT FKS Food Sejahtera Tbk atau AISA berhasil ke luar dari kesulitan sebab penerapan integrasi governance, risk management and compliance (GRC).
Ditegaskan Corporate Secretary AISA Michael H. Hadylaya, dengan diterapaknnya GRC terintegrasi. “Ini perusahaan kami telah bisa ke luar dari 4 badai dan suramnya,” tutur dia, di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2023, yang berlangsung secara daring, di Jakarta, kemarin.
Dia mengutarakan, dengan dibangunya kembali GCG serta GRC terintegrasi dan juga didukung pula dengan teknologi digital ke suluruh lini, yakni mulai dari top managemnt hingga seluruh insan AISA.
“Mereka wajib melaksanakan GRC dengan baik. Dan juga sangat mengembirakan pula dengan membaik tata kelola perusahaan ini pula, kami juga berhasil melakukan pembangunan jaringan pasar luar negeri di Asia Pasifik dan produk kami sangat diterima di negara tersebut”, tegas Michael.
Dengan diterapkannya GRC, maka perusahaan makanan ini dapat berhasil ke luar dari kesulitan. Yakni, semenjak tahun 2018 sampai 2020. Situasi dimaksud adalah :
1. Suspensi saham di IDX,
2. Potensi Delisting Saham,
3. PKPU dan ancaman kepailitan pada 2019,
4. Kondisi Volatility, Uncertainity, Complexity, and Ambiguity (VUCA).
Semenjak penerapan integrasi GRC dan GCG, telah menjadikan perusahaan ini kembali meningkatkan capaian yang sangat menggembirakan setelah selama 3 tahun perusahaan ini melakukan berbagai upaya-upaya terbaik agar perusahaan bisa ke luar dari 4 badai.
GRC dengan terintegrasi adalah untuk melaksanakan kesuksesan bangunan budaya Perusahaan. GRC ini pun mendapatkan dukungan besar dengan dibangunnya teknologi infomasi. Jadi seluruh lini, divisi di perusahaan makanan menjadi terintegrasi dengan jelas apa yang menjadi tujuan Perusahaan.
Juga dibangun komite agar dapat terintegrasi dari top manajemen hingga level bawah sebagai pelaksana di lapangan.
Penerapan GCG dengan baik, berhasil mengangkat kinerja dengan ditandai capaian yang sangat membanggakan. Penjualan bersih tahun 2022 bertumbuh 21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk makanan ringan dan makanan pokok. Makan ringan tumbuh dan meningkat 1.182.499 juta (+19,6%), dan makanan pokok 661,261 juta atau tumbuh +24,3%.
Perusahaan membangun komite seperti Komite GCG dan pemantau manajeman resiko, lalu Komite Audit. Ada Komite Nominasi dan Remunirasi, diikuti Corporate secretary, kemudian Internal Audit, dan Exxecutive Commite.
Perusahaan telah membangun budaya Environmental, Social and Good Governance (ESG). Sehingga, perusahaan mendapatkan prestasi. Pasalnya, terjadi penurunan pengunaan listrik, penurunan gas rumah kaca, penurunan pengunaan air untuk produksi dan juga mengolah air daur ulang kembali untuk dimanfaatkan untuk kegiatan lain, serta pula penghargaan PROPER.
Berbagai penghargaan yang diraih anak perusahaanya seperti:
- Penghargaan PROPER Biru untuk PT Tiga Pilar Sejahtera dan PT Putra Taro Paloma dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
- Penghargaan Zero Accident untuk PT Tiga Pilar Sejahtera dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
- Penghargaan P2HIV Aids (Peringkat Silver) untuk PT Tiga Pilar Sejahtera dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
- Penghargaan P2 Covid-19 (Peringkat Platinum 1) untuk PT Tiga Pilar Sejahtera dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Foto: fksfs.co.id/product-category/food/
