Jakarta, TopBusiness – Dalam upaya menjamin keselamatan insan pencak silat, Pengurus Provinsi (pengprov) PERSINAS ASAD DKI Jakarta menjalin kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Wakil Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta
Triyanto Atmo Wiyono bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian di Jakarta, Kamis (3/8/2023).
Saat membuka acara, Triyanto menuturkan bahwa secara umum, PERSINAS ASAD memiliki program pembinaan pesilat mulai usia dini hingga dewasa, termasuk di wilayah DKI Jakarta. “Membentuk pesilat from zero to hero membutuhkan proses yang panjang dan effort yang besar, terutama untuk meyakinkan orang tua pesilat usia dini. Pasalnya, olah raga pencak silat merupakan olah raga fisik yang memiliki risiko terjadi cidera,” tutur Triyanto.
Oleh karena itu, lanjutnya, kerja sama ini sangat penting bagi kami sebagai jaminan keselamatan bagi pesilat. “Dengan adanya kerja sama ini, kami yakin orang tua pesilat akan merasa nyaman dalam mengizinkan putra-putrinya berlatih pencak silat,” ujar Triyanto.
Pada kesempatan ini, Deny Yusyulian mengapresiasi inisiatif pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta karena berkomitmen memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh ekosistem yang ada di dalam PERSINAS ASAD DKI Jakarta.
“Biasanya, organisasi olah raga hanya memberikan jaminan saat kejuaraan berlangsung. Namun PERSINAS ASAD DKI Jakarta berkomitmen memberikan jaminan keselamatan from hero to zero. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, nota kesepahaman ini juga penting bagi BPJS Ketenagakerjaan selaku lembaga pemerintah. “Ini menunjukkan bahwa negara bisa hadir melalui PERSINAS ASAD untuk bisa memberikan perlindungan kepada seluruh pesilat yang ada di PERSINAS ASAD,” pungkasnya.
