Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Jumat, 6 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (3/8). Dow Jones -0,19%, diikuti S&P 500 0,25% dan Nasdaq 0,10%. Pasar AS bergerak melemah seiring dengan kenaikan imbal hasil treasury ke tertinggi sejak November dan sentimen menjelang laporan pekerjaan yang akan dirilis pada Jumat.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak naik 2,3% ke level USD 85,1/bbl, batubara 2,4% ke level USD 141,5/ton, dan nikel menguat 0,15% ke level USD 21.485. Sementara, CPO melemah 2,3% di level MYR 3.824. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,02% ke level USD 1.934/toz.
Bursa Asia pada Kamis (3/8) ditutup melemah. Nikkei turun 1,68%, diikuti Hang Seng 0,49%. Sedangkan, Shanghai menguat 0,58%.
IHSG ditutup menguat 0,64% ke level 6.898,1 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 432,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 421,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 11,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 104,4 miliar), BBCA (Rp 76,7 miliar), dan BBNI (Rp 75,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 51,2 miliar), BBRI (Rp 31,8 miliar), dan UNVR (Rp 20,9 miliar). Top leading movers emiten BMRI, KLBF, TLKM, sementara top lagging movers emiten BYAN, ASII, MAPI.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,57% dan KOSPI menguat 0,04%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian sebut penelitian.
