TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LKN, deCenter dan GIO Nilai Jokowi Berhak dapat Nobel Bidang Ekonomi

Albarsyah
9 August 2023 | 18:22
rubrik: Event
LKN,  deCenter dan GIO Nilai Jokowi Berhak dapat Nobel Bidang Ekonomi

Jakarta, TopBusiness – Lembaga Kajian Nawacita  atau LKN,  deCenter dan Gerakan Indonesia Optimis (GIO) menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhak mendapatkan hadiah nobel bidang ekonomi. Pasalnya, telah membangun perekonomian kerakyatan dan menuju Indonesia sebagai negara Macan Asia.

Pandangan LKN, deCenter dan GIO agar putra bangsa terbaik dan telah memimpin negeri ini selama 2 periode tersebut sangat pantas dan beralasan. Sehingga, bisa dijadikan pertimbangan untuk diajukan kepada Panitia Nobel agar memberikan apresiasi terhadap  kinerja kepemimpinan dalam baktinya untuk bangsa.

Ditegaskan Ketua Umum LKN Samsul Hadi, bahwa berdasarkan kajian yang telah dilakukan, kami akan memberikan dukungan kepada putra terbaik negeri ini yakni Presiden RI yang menjabat dua periode kepada Badan Dunia Nobel.  “Lembaga dunia tersebut bisa memberikan Nobel kepada putera terbaik dalam pembangunan perekonomian kerakyatan Indonesia, serta dengan perjuangan. Dan tanpa pamrih Presiden RI ini berkarya dari periode pertama menjabat sebagai presiden hingga di akhir masa jabatannya terus memberikan pencerahan perekonomian negeri ini,” papar Samsul Hadi.

Dijelaskan dia, atas berbagai prestasi kinerja putra bangsa terbaik tersebut patutlah mendapatkan apresiasi dari Badan Nobel Dunia. Di bawah kepemimpinan Joko Widodo ini telah banyak dirasakan, baik itu pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan. Konsep pembangunan kerakyatan yang digadang Jokowi ini yakni “Membangun Perekonomian Indonesia dari Pinggir” dan juga konsep pemerintahan dengan membangun seluruh Indonesia, tidak hanya “Jawa Sentris” semata saja, karena Indonesia ini sangat luas. Apalagi berbagai potensi sumber daya alam (SDA) tersebar di luar Pulau Jawa.

Menurut Samsul, pemerataan pembangunan infrastruktur se-Indonesia  menjadi fokus Kabinet Presiden Jokowi. Apalagi di tingkat internasional, Beliau berperan besar dalam G-20. Forum internasional itu menjadikan indonesia sebagai negera yang memiliki peran besar dalam perekonomian dunia,  lingkungan hidup, dan perubahan iklim. “Di bawah Pemerintahan Presiden  Joko Widodo, Indonesia sangatlah berperan besar”, tegas Samsul Hadi pada kegiatan Launcing buku  berjudul “Jokowi The Most Effective Economic Leader in The World: Deserve To Be Proposed As Recipient  Of The Nobel Economic Prize”, di kantor LKN, Jakarta, hari ini.

BACA JUGA:   Transformasi Bank Kalteng Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi, Siap Jadi Kekuatan Baru di Kalimantan

Buku  berjudul “Jokowi The Most Effective Economic Leader in The World: Deserve To Be Proposed As Recipient  Of The Nobel Economic Prize” ditulis oleh Yonge Sihombing, Murniati Tobing, Nikson Nababan, dan Luhut Hamonangan Marbun ini terdiri dari 10 bab dengan masa penggarapan tulisan selama 6 bulan.

Yonge memeparkan berbagai kinerja dan keberhasilan Presiden Joko Widodo membawa perekonomian negeri menjadi kinclong. Prestasi Presiden Jokowi, misalnya,  bisa melobi petinggi PT Freeport asal Amerika dapat melepaskan sahamnya  kepada Indonesia sebesar 51 persen. Ini sebuah prestasi besar bagi Jokowi meyakinkan investor kakap  Amerika  agar patuh dengan UU RI terkait dengan Pasal 33 tentang kekayaan SDA harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.  Dan tentunya dengan UU tersebut investor asing di dalam negeri harus pula mematuhi UU tersebut.  Akan tetapi perjuangan Presiden  tidaklah mudah dalam bernegosiasi. Sebuah catatan dan track record dapat melakukan negosiasi dengan investor secara baik dan bijksana.

“Sepantasnyalah putra terbaik negeri ini mendapatkan perhatian khusus dari Badan Dunia Nobel atas prestasi yang luar biasa,” kata Yonge.

Apalagi dimasa pemerintahan Jokowi pula, lanjut Yonge, perekonomian indonesia sangat bagus dengan ditunjukkan dengan angka pertumbuhan bisa mencapai 5,32 persen di tahun 2022. Sementara itu, hampir sebagian besar negara di dunia banyak mengalami krisis ekonomi, dan tidak sedikit pula yang menjadi negara terdampak dan berakhir miskin.

Dikatakan Yonge, di masa pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2019-2021 lalu, menjadikan perekonomian hampir sebagian besar negara di Dunia  morat-marit, akan tetapi indonesia tetap bisa bertahan dan ekonomi rakyat pun tumbuh, dan UMKM pun semakin kuat.

Di dunia internasional, dalam percaturan kepemimpinan, kepemimpinan Presiden Jokowi sangat cermelang , baik itu G-20, Asean . serta perjuangan terhadap hilirisasi produk mineral, kelapa sawit, produk pertanian dan perikanan. “NKRI terus menuju  negara Macan Asia di 2040 dan akan mudah tercapai, tentunya ini  atas perjuangan besar  Presiden Jokowi pula”,  pungkas Yonge.

Tags: LKNpresiden jokowiSeminar LKN
Previous Post

Andalkan Pabrik Baru, United Bike Siap Perkuat Pasar Ekspor Sepeda dan Motor Listrik

Next Post

IHSG Berpotensi Bergerak Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR