Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak melemah.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 10 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada perdagangan Rabu malam (9/8) bursa AS ditutup melemah. Dow Jones turun 0,54%, diikuti S&P 500 0,70% dan Nasdaq 1,17%. Penurunan terjadi karena investor menanti data indeks harga konsume yang rilis hari Kamis ini dan data inflasi yang akan rilis diakhir pekan ini.
Pasar komoditas ditutup mixed. Minyak naik 0,85% ke level USD 84,23/bbl, diikuti batu bara 2,07% ke level USD 148,25/ ton dan CPO 1,97% ke level MYR 3.765. Sedangkan emas turun 0,54% ke level USD 1.948,90/ toz, dan nikel 1,72% ke level USD 20.518,50.
Pada perdangan Rabu (9/8) bursa regional ditutup mixed. Nikkei turun 0,53%, menyusul Shanghai 0,49% dan Hang Seng naik 0,32%.
IHSG juga ditutup naik 0,09% ke level 6.875,11 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 816,5 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 799 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 17,5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 373,1 miliar), BBRI (Rp 180,7 miliar), dan BBNI (Rp 162,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak GOTO (Rp 78,5 miliar), SMGR (Rp 22,5 miliar), dan NCKL (Rp 22,2 miliar). Top leading movers emiten BBCA, BBRI, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, BUMI, SMGR.
Pagi ini bursa Asia dibuka melemah. Nikkei turun 0,58% dan Kospi 0,48%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian sebut penelitian.
