Jakarta, TopBusiness – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kinerja APBN 2023 terjaga positif pada Juli 2023. APBN mencatatkan surplus sebesar Rp 153,5 triliun atau setara 0,97 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada Juli 2023.
Tingkat surplus itu lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar Rp 152,3 triliun. Surplus itu diikuti dengan keseimbangan primer yang terjaga yakni pada level Rp 394,5 triliun.
Sebagai informasi, keseimbangan primer adalah total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. “Posisi APBN secara keseluruhan masih dalam posisi suprlus besarnya Rp 153,5 triliun,” ujar Sri Mulyani, dalam konferensi pers APBN KiTa Agustus 2023, Jumat (11/8/2023).
Peningkatan surplus itu merupakan hasil dari realisasi pendapatan negara yang lebih tinggi dari belanja negara. Sri Mulyani menyebutkan, sampai dengan akhir Juli pendapatan negara telah mencapai Rp 1.614,8 triliun, setara 65,6 persen dari target tahun ini sebesar Rp 2.463 triliun.
“Ini artinya kita sudah mengumpulkan 65,6% dari target tahun ini cukup baik, sebetulnya sangat kuat, tumbuh 4,1% dari akhir Juli 2022,” kata Sri Mulyani.
Sementara itu realisasi belanja negara mencapai Rp 1.461,2 triliun pada akhir Juli 2023. Angka ini terdiri dari 47,7% dari pagu belanja tahun 2023 yang sebesar Rp 3.061,2 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi pertumbuhan realisasi belanja sebesar 1,2%.
“Dengan realisasi belanja ini artinya 47,7% dari pagu anggaran 2023 sudah dibelanjakan ini tumbuh 1,2% dari periode yang sama tahun 2022,” tutur Sri Mulyani.