Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, mungkin bergerak naik.
Penelitian Harian Samuel, Selasa, 22 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Hari Ini Mungkin Bergerak Naik.
Saham-saham AS ditutup bervariasi pada Senin (21/8). Dow Jones -0,11%, S&P 500 +0,69%, dan Nasdaq +1,56%. Meskipun imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi sejak November 2007, indeks pasar luas dan Nasdaq yang berfokus pada teknologi mencapai keuntungan. Rebound saham-saham teknologi di tengah kenaikan imbal hasil pada hari Senin merupakan hal yang penting bagi pasar, mengingat tantangan historis yang biasanya dihadapi saham-saham teknologi di lingkungan suku bunga tinggi.
Pasar komoditas cukup beragam. Minyak WTI -0,39% menjadi USD 80,93/bbl, batu bara -0,17% menjadi USD 149,5/ton, nikel -0,07% menjadi USD 20,155.5, CPO +1,97% menjadi MYR 3,922, dan emas +0,4% menjadi USD 1.924,1/toz.
Pasar Asia ditutup beragam. Nikkei +0,4%, Hang Seng -1,8%, dan Shanghai -1,2%. IHSG mengakhiri sesi kemarin pada level 6,866 (+0,1%), dengan investor asing mencatatkan net sell secara keseluruhan Rp 2.307,9 miliar, Rp 219,4 miliar di pasar reguler, dan Rp -2527,3 miliar di pasar negosiasi. Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 199,5 miliar), disusul BBRI (Rp 137,1 miliar), dan GOTO (Rp 127,5 miliar). Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BRMS (Rp 189,9 miliar), disusul BUMI (Rp 184,6 miliar), dan BMRI (Rp 127 miliar). Top lead mover adalah BYAN, BRMS, dan BMRI, sedangkan top lagging mover adalah GOTO, BBRI, dan BBCA.
Nikkei (+0,92%) dan KOSPI (+0,97%) dibuka menguat pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, mengingat sentimen positif dari pasar global dan regional,” demikian terpublikasikan.
