Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 23 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Bursa AS ditutup cenderung melemah tipis pada Selasa (22/8). Dow Jones -0,51%, diikuti S&P 500 0,4% dan Nasdaq +0,06%. Pasar AS terbebani oleh kekhawatiran atas kenaikan imbal hasil Treasury menjelang pidato penting Ketua Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan ini.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak turun 0,72% ke level USD 80,3/bbl, batubara naik 1,70% ke level USD 164,7/ton, nikel menguat 2,41% ke level USD 20.642 dan CPO melemah 1,78% di level MYR 3.865. Sedangkan harga emas terpantau menguat 0,14% ke level USD 1.926/toz.
Bursa Asia pada Selasa (22/8) ditutup menguat. Nikkei naik 0,92%, Hang Seng +0,95%, Shanghai +0,88%.
IHSG ditutup menguat 0,73% ke level 6.916,4 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 280,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 566,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 847,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh INCO (Rp 35 miliar), GOTO (Rp 32 miliar), dan BBCA (Rp 27 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicetak BRMS (Rp 188 miliar), BUMI (Rp 121 miliar), dan BMRI (Rp 110 miliar). Top leading movers emiten BMRI, BBCA, dan BBBRI, sementara top lagging movers emiten AMRT, BRMS, TPIA.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,53% dan KOSPI 0,23%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
