TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi Halal RI Bisa Sumbang PDB US$ 5,1 Miliar

Nurdian Akhmad
29 August 2023 | 17:29
rubrik: Ekonomi
Halal Plaza Telah Diluncurkan

Ilustrasi produk halal yang ada di KEK Halal Sidoarjo, Jawa Timur. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam ekosistem ekonomi halal global.  Pproduksi dan pengembangan pasar produk halal di Indonesia berkembang dengan baik.

Ekonomi halal Indonesia diperkirakan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$  5,1 miliar per tahun.

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan halal serta posisi strategis Indonesia di pasar global telah memberikan potensi pertumbuhan yang cepat dan ruang yang luas bagi ekonomi halal Indonesia untuk berkembang

Menurut laporan Halal Market yang dikutip Menkeu, ekonomi halal dapat mendorong PDB Indonesia sebesar US$ 5,1 miliar per tahun. “Terutama melalui ekspor dan peluang investasi yang masih sangat besar,” ujar Sri Mulyani dalam acara The 7th Annual Islamic Finance Conference yang disiarkan kanal YouTube Kemenkeu pada Selasa (29/8/2023).

Sri Mulyani mengatakan potensi ini juga datang dari posisi Indonesia sebagai pasar konsumen halal terbesar di dunia, dengan kurang lebih 230 juta penduduk muslim. “Sebagai negara muslim terbesar, ekonomi halal di Indonesia memiliki potensi yang besar,” kata dia.

Di samping itu, Sri Mulyani juga menyinggung tren ekonomi halal dunia yang terus meningkat, baik dari sisi produksi maupun konsumsi secara global.

“Ada 1,9 miliar muslim di seluruh dunia yang membelanjakan US$ 2 triliun untuk produk halal sepanjang 2021. Nilai belanja produk halal ini naik hampir 9 persen dari 2020,” ucap Sri Mulyani.

Ekonomi halal diproyeksikan dapat tumbuh sebesar 7,8 persen secara global pada 2025. Nilainya, kata Sri Mulyani, dapat mencapai sekitar US$ 3 triliun. Pada 2030, besaran ekonomi halal dunia diperkirakan akan mencapai US$ 4,96 triliun.

BACA JUGA:   Program Padat Karya Pamsimas dan Sanimas Kementerian PUPR Capai 100%

Popularitas produk halal, Sri Mulyani beranggapan, datang dari pola konsumsi masyarakat global yang kini cenderung lebih awas terhadap kesehatan, kebersihan, dan etika produksi. Menurut Sri Mulyani, manfaat produk halal tidak hanya terbatas pada alasan agama saja.

“Kita semua harus menyadari bahwa keuntungan mengadopsi prinsip-prinsip halal tidak terbatas hanya pada larangan agama saja,” kata dia.

Tantangan Industri Halal

Menurut Sri Mulyani, industri halal pada tingkat global menghadapi tantangan yang relatif sama, yaitu fragmentasi lembaga-lembaga halal, minimnya standardisasi, kurangnya pengetahuan auditor halal, dan kepatuhan terhadap standar syariah.

Selain itu, juga termasuk rendahnya literasi halal, kurangnya penelitian dan pengembangan, tidak adanya lembaga sertifikasi internasional, dan kurangnya pendanaan halal.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia menyiapkan tiga pilar strategis utama yang menjadi perhatian.

Pertama, fokus pemenuhan terhadap meningkatnya permintaan produk halal yang berkualitas tinggi. Strategi tersebut juga diiringi dengan keuangan sosial Islam, seperti zakat, yang berperan penting untuk meningkatkan konsumsi produk Halal karena dapat memberdayakan daya beli kelompok yang terpinggirkan.

Kedua, komitmen terhadap perdagangan dan promosi internasional untuk memperluas akses pasar halal. Hal tersebut dapat dilakukan melalui perdagangan, promosi, dan memperkuat eksposur internasional terhadap produk halal Indonesia sekaligus membantu produsen untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Terakhir, investasi dalam ekonomi halal yang diwujudkan melalui penyederhanaan izin usaha, pemberian insentif untuk industri halal, serta memberikan akses ke pameran nasional dan internasional untuk UMKM.

Tags: ekonomi halalindustri halalMenkeu Sri Mulyani Indrawati
Previous Post

Atur Strategi untuk Tingkatkan Pendanaan JETP

Next Post

Pacu Pembangunan Daerah, Pasuruan Pastikan Optimalisasi Penggunaan DBHCHT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR