Jakarta, TopBusiness – PT Pan Brothers Tbk dan Group atau Pan Brothers mempunyai perencanaan sumber daya manusia (SDM) dengan mengacu pada strategi BERSEKA Holistic Model yang pada akhirnya adalah guna meningkatkan prestasi dan meninggikan key performance indicator.
Selain itu, perusahaan mendorong agar SDM dapat memanfaatkan teknologi digital guna mempercepat keberlanjutan bisnis, menyusul kondisi kemajuan peradaban manusia dan persaingan di industri tekstil. Dengan begitu, integrasi antara SDM dan teknologi menciptakan insan-insan Pan Brothers lebih profesional dan memiliki kemampuan yang didasari sikap integritas.
“HC Planning and strategy, ini kami launching di 2020 yang lalu, masih tetap membuat suatu strategi BERSEKA Holistic Model. Itu merupakan suatu singkatan dari bersih, sehat, kuat dan aktif,” kata Nurdin Setiawan selaku HRM General Manager Pan Brothers di hadapan Dewan Juri TOP HUMAN CAPITAL saat presentasi materi bertema PEOPLE EMPOWERMENT : “BERSEKA” HOLISTIC MODEL, yang berlangsung secara dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (30/08/2023).
Program bersih atau clean, lalu sehat (healthy) , kuat (strong) dan aktif (active). Dalam indikator bersih dan sehat didalamnya terkandung beberapa unsur nilai yang menyangkut pekerja seperti 6 S (Seiri, Seiton, Seiso, Safety, Seiketsu, dan Shitsuke), dilanjutkan dengan kesehatan dan keselamatan Kerja alias K3. Keduanya akan mendukung kesinambungan roda bisnis.
Sementara di indikator kuat, ada budaya Pan Brothers yakni IPAN yang merupakan kependekan dari integrity, passion, action dan nationalism. Itu dilakukan untuk menciptakan people capability building dan kemampuan manajemen (talent management).
Sedangkan aktif, ada HWWT2 yang dalam implementasinya lebih mengedepankan pada employee engagement dan driving organization effectiveness.
Nurdin mengatakan, Pan Brother juga mempunyai human resources management atau HRM yang memiliki 5 pilar.
“Kemudian HRM sendiri memiliki 5 pilar. Pertama dari businesss knowledge, diharapkan bahwa semua HR atau sumber daya manusia bisa memahami tentang bisnis proses, maupun bisnis modelnya Pan Brothers. Karena HR kami tempatkan seperti sutradara di dalam sebuah film. Artinya HR harus memahami proses bisnis, HR harus memahami arah kebijakan company sehingga nanti akan bisa menentukan strategi atau rencana-rencana strategi yang bisa mendukung terhadap planning atau strategi bisnisnya perusahaan,” papar dia.
Dia melanjutkan yang kedua adalah personal credibility. Ini juga menjadi salah satu pilar sumber daya manusia.
Lalu, menurut Nurdin ada strategic contribution, HR delivery dan HR technology. Karena pabrik yang berdiri sejak 2016 sudah menerapkan technology industry 4.0. “Jadi teknologi dan digitalisasi ini menjadi satu landasan utama saat ini, untuk menghadapi persaingan sehingga ini HR pun harus menyesuaikan dengan situasi tersebut, sehingga kami memiliki strategi terhadap HR melek teknologi,” ungkap dia.
Tak terkecuali, perusahaan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar perusahaan melalui CSR, setelah menetapkan program SDM.
“Tentunya kami akan men-support terhadap tripple bottom line-nya itu ada people, planet dan profit yang diwujudkan dalam bentuk CSR. Sehingga ini adalah untuk mendukung program corporate sosial responsibility Pan Brothers,” kata Nurdin.
Pada akhirnya, pelaksanaan dari beberapa program yang dijalankan oleh perusahaan akan dievaluasi.
“Lalu secara keseluruhan tentu akan diukur baik secara departemen maupun divisi. Kemudian performance secara korporasi melalui suatu ukuran yang diukur berdasarkan performance management system dalam hal ini adalah Key Performance Indicator atau KPI,” pungkas Nurdin.
