TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pan Brothers Punya Perencanaan Sumber Daya Manusia

Agus Haryanto
31 August 2023 | 06:25
rubrik: Event
Pan Brothers Punya Perencanaan Sumber Daya Manusia

Jakarta, TopBusiness – PT Pan Brothers Tbk dan Group atau Pan Brothers mempunyai perencanaan sumber daya manusia (SDM) dengan mengacu pada strategi BERSEKA Holistic Model yang pada akhirnya adalah guna meningkatkan prestasi dan meninggikan key performance indicator.

Selain itu, perusahaan mendorong agar  SDM dapat memanfaatkan teknologi digital guna mempercepat keberlanjutan bisnis, menyusul kondisi kemajuan peradaban manusia dan persaingan di industri tekstil. Dengan begitu, integrasi antara SDM dan teknologi menciptakan insan-insan Pan Brothers lebih profesional dan memiliki kemampuan yang didasari sikap integritas.

“HC Planning and strategy, ini kami launching di 2020 yang lalu, masih tetap membuat suatu strategi BERSEKA Holistic Model. Itu merupakan suatu singkatan dari bersih, sehat, kuat dan aktif,” kata Nurdin Setiawan selaku HRM General Manager Pan Brothers di hadapan Dewan Juri TOP HUMAN CAPITAL saat presentasi materi bertema PEOPLE EMPOWERMENT : “BERSEKA” HOLISTIC MODEL, yang berlangsung secara dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (30/08/2023).

Program bersih atau clean, lalu sehat (healthy) , kuat (strong) dan aktif (active). Dalam indikator bersih dan sehat  didalamnya terkandung beberapa unsur nilai yang menyangkut pekerja seperti 6 S (Seiri, Seiton, Seiso, Safety, Seiketsu, dan Shitsuke), dilanjutkan dengan  kesehatan dan keselamatan Kerja alias K3. Keduanya akan mendukung kesinambungan roda bisnis.

Sementara di indikator kuat, ada budaya Pan Brothers yakni IPAN yang merupakan kependekan dari integrity, passion, action dan nationalism. Itu dilakukan untuk menciptakan people capability building dan kemampuan manajemen (talent management).

Sedangkan aktif, ada HWWT2 yang dalam implementasinya lebih mengedepankan pada employee engagement dan driving organization effectiveness.

Nurdin mengatakan, Pan Brother juga mempunyai human resources management  atau HRM yang memiliki 5 pilar.  

BACA JUGA:   Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Bank Daerah Bojonegoro Cetuskan Sejumlah Inovasi

“Kemudian HRM sendiri memiliki 5 pilar. Pertama dari businesss knowledge, diharapkan bahwa semua  HR atau sumber daya manusia  bisa memahami tentang bisnis proses, maupun bisnis modelnya Pan Brothers. Karena HR kami tempatkan seperti sutradara di dalam sebuah film. Artinya HR harus memahami proses bisnis, HR harus memahami arah kebijakan company sehingga nanti akan bisa menentukan strategi atau rencana-rencana strategi yang bisa mendukung terhadap planning atau strategi bisnisnya perusahaan,” papar dia.

Dia melanjutkan yang kedua adalah personal credibility. Ini juga menjadi salah satu pilar sumber daya manusia.

Lalu, menurut Nurdin ada strategic contribution, HR delivery dan HR technology. Karena pabrik yang berdiri sejak 2016 sudah menerapkan technology industry 4.0. “Jadi teknologi dan digitalisasi ini menjadi satu landasan utama saat ini, untuk menghadapi persaingan sehingga ini HR pun harus menyesuaikan dengan situasi tersebut, sehingga kami memiliki strategi terhadap HR melek teknologi,” ungkap dia.

Tak terkecuali, perusahaan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar perusahaan melalui CSR, setelah menetapkan program SDM.

“Tentunya kami akan men-support terhadap tripple bottom line-nya itu ada people, planet dan profit yang diwujudkan dalam bentuk CSR. Sehingga ini adalah untuk mendukung  program corporate sosial responsibility Pan Brothers,” kata Nurdin.

Pada akhirnya, pelaksanaan dari beberapa program yang dijalankan oleh perusahaan akan dievaluasi.

“Lalu secara keseluruhan tentu akan diukur baik secara departemen maupun divisi. Kemudian performance secara korporasi melalui suatu ukuran yang diukur berdasarkan performance management system dalam hal ini adalah Key Performance Indicator atau KPI,” pungkas Nurdin.

Previous Post

Indeks Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Next Post

Manulife Indonesia Gelar DEI Summit ‘Bring DEI to Life’ untuk Pertama Kalinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR