Jakarta, TopBusiness—Ada kenaikan minat perusahaan untuk menyewa ruang kantor dalam kondisi sudah terisi dengan furnitur, baik seluruhnya ataupun sebagian. Tren ini terlihat mulai banyak terjadi setelah masa pandemi. Hal tersebut turut mencerminkan upaya perusahaan dalam melakukan efisiensi biaya serta waktu konstruksi yang lebih singkat.
Colliers Indonesia Head of Project Management, Hendry Sugianto, secara tertulis hari ini mengatakan, “Mengidentifikasi kebutuhan kantor sejak awal, menjadi langkah penting dalam menilai apakah pemilihan ruang yang telah dilengkapi furnitur seluruhnya atau sebagian, menjadi sukses.”
Dalam beberapa hal, pemilik proyek biasanya akan mencari bantuan dari seorang ahli agar dapat membantu pengoordinasian dengan berbagai departemen, dalam mengidentifikasi dan mengintegrasikan kebutuhan penyiapan kantor bagi perusahaan mereka.
Untuk mengindentifikasi kebutuhan kantor, proses pelaksanaan yang dapat membantu perusahaan dalam menentukan kebutuhan mereka yang paling sesuai, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Itu antara lain uji kelayakan teknis yang mengevaluasi berbagai aspek pada gedung serta ketentuan di dalam area yang disewakan.
Melakukan semua kajian tersebut, perusahaan dapat melihat hasil laporan komprehensif yang mencakup evaluasi properti saat ini, kebutuhan, pemprograman, dan tata letak yang sudah disesuaikan dengan properti bila telah memiliki furnitur.
Sedangkan bila kajian ini tidak dilakukan, dapat berpotensi adanya ketidaksesuaian antara apa yang dibutuhkan dengan area yang tersedia. “Hal tersebut dapat mengakibatkan modifikasi yang harus dilakukan d masa depan, serta terjadi salah penghitungan dari rencana awal. Yang akan berimbas kepada adanya biaya tambahan renovasi.”
