Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, mungkin akan kembali melemah.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 27 September 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG mungkin akan kembali melemah hari ini.
Saham-saham AS ditutup melemah pada Selasa (26/9). Dow Jones -1,14%, diikuti S&P 500 1,47%, dan Nasdaq 1,57%. Pasar terseret ke bawah (Dow mengalami hari terburuknya sejak bulan Maret) oleh sentimen negatif setelah data penjualan rumah dan kepercayaan konsumen terbaru (keduanya tidak sesuai ekspektasi) memicu kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian AS.
Pasar komoditas cukup beragam. Minyak WTI +0,70% ke USD 90,4/bbl, diikuti batu bara 1,42% ke USD 160,7/ton, nikel 0,39% ke USD 19.999. Sebaliknya, CPO -0,70% ke MYR 3.688, dan emas 0,83% ke USD 1.919/toz.
Pasar Asia ditutup melemah. Nikkei -1,11%, menyusul Hang Seng 1,48%, dan Shanghai 0,43%.
IHSG mengakhiri sesi kemarin pada level 6.923,8 (-1,07%), dengan investor asing mencatatkan net sell secara keseluruhan sebesar Rp 658,7 miliar, Jual bersih Rp 496,6 miliar di pasar reguler, dan beli bersih Rp 162,1 miliar di pasar negosiasi. Foreign inflow terbesar di pasar reguler dicatatkan BBNI (Rp 320,6 miliar), disusul MBMA (Rp 52 miliar), dan BRPT (Rp 31,4 miliar). Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 469,9 miliar), disusul BBCA (Rp 187,7 miliar), dan GOTO (Rp 99,2 miliar). Top lead mover adalah CPIN, AMRT, dan KLBF, sedangkan top lagging mover adalah BBRI, BRPT, dan BMRI.
Baik NIKKEI -1,06%, maupun KOSPI (0,66%) pagi ini. “Kami perkirakan IHSG akan melemah hari ini, mengingat sentimen negatif dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
