Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak menguat.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 5 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Pada perdagangan semalam (4/10) bursa AS ditutup menguat. Dow Jones naik 0,39%, diikuti S&P 500 0,81% dan Nasdaq 1,35%. Pasar AS menguat ditengah melemahnya imbal hasil US Treasury pasca rilis data pasar tenaga kerja AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan.
Pasar komoditas ditutup cenderung melemah. Minyak turun 5,48% ke level USD 84,50/bbl, kemudian emas 0,16% ke level USD 1.836,50/ toz, nikel 0,30% ke level USD 18.636, batubara 3,34% ke level USD 144,65/ton. Sedangkan CPO menguat 0,27% ke level MYR 3.717.
Dari bursa regional pada perdagangan kemarin (4/10) ditutup melemah. Nikkei turun 2,28%, Hang Seng -0,78% dan Shanghai tutup.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 0,78% ke level 6.886,58 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 202,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 181,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 21,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 268,1 miliar), BMRI (Rp 107,5 miliar), dan INKP (Rp 76,1 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 294,5 miliar), GOTO (Rp 97,5 miliar), dan ASII (Rp 23,8 miliar). Top leading movers emiten SMMA, BMRI, ICBP, sementara top lagging movers emiten ASII, BRPT, AMMN.
Pagi ini bursa regional ditutup mixed, Nikkei naik 0,67%, dan Kospi +0,73%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini seiring sentimen di pasar global dan regional,” demikian isi laporan.
