Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways hari ini.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 9 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Pada penutupan Jumat lalu (6/10), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones menguat 0,87%, diikuti S&P 500 1,18, dan Nasdaq 1,6. Pasar AS menguat meski ada rilis data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan (yang berpotensi meyakinkan the Fed untuk menaikkan suku bunga acuan) dan kenaikan imbal hasil US Treasury.
Pasar komoditas terpantau sideways pada Jumat (6/10) kemarin. Minyak WTI menguat 0,19% ke level USD 82,79/bbl, Brent 0,61% ke level USD 84,6/bbl, harga batubara melemah 0,36% di level USD 138,5/ton, nikel menguat 0,69% ke level USD 18.543 dan CPO -0,19% ke level MYR 3.601. Harga emas terpantau +0,56% ke level USD 1.845/toz.
Bursa Asia bergerak sideways pada Jumat (6/10) kemarin. Kospi menguat 0,21%, Nikkei melemah 0,26%, Hang Seng +1,58%, dan Shanghai tutup.
IHSG ditutup +0,2% ke level 6.888,5. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup ikut menguat 0,74% ke level 214,6.
Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 26,9 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 20,9 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net sell asing Rp 47,8 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi BBRI (Rp 109,1 miliar), GOTO (Rp 67,4 miliar), dan BRPT (Rp 25,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BBNI (Rp 90,6 miliar), TLKM (Rp 68,3 miliar), dan ASII (Rp 25,6 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXTECH, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXINDUS. Top leading movers emiten adalah TLKM, BRPT, MBMA, sementara top lagging movers emiten adalah BMRI, AMRT, BBCA.
Pagi ini Nikkei melemah 0,26% dan Kospi menguat 0,21%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian isi laporan.
