Jakarta, TopBusiness—Brantas energi terus mengembangkan dan memerbaiki sistem HC (human capital) yang dimiliki. Saat pertama berdiri yakni pada tahun 2011, Brantas Energi masih punya struktur organisasi yang sederhana, hanya punya dua direktur dan sejumlah staf.
“Saat ini, seiring pertumbuhan bisnis, jabatan struktural eselon satu dan dua, dilengkapi bertahap,” kata Direktur SDM, Keuangan, dan Manajemen Risiko Brantas Energi, Miftakhul Anas, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top HC 2023 kemarin sore, yang digelar Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga.
Miftakhul Anas mengatakan pula, “Yang juga menjadi prioritas kami adalah peningkatan kompetensi karyawan, sesuai dengan struktur perusahaan.”
Saat ini, Brantas Energi punya tiga anak usaha dan beberapa SPC (special purpose company). Adapun total jumlah SDM Brantas Energi, efisien. Karena hanya ada sekitar 47 orang. “Sebagai investor,” ia mengatakan, “kami membuat SPC tersendiri untuk pengadaan pembangkit listrik. Dan saat pembangkit sudah beroperasi, itu tidak membutuhkan banyak orang.”
Dalam hal itu, pekerjaan konstruksi untuk proyek EBT (energi baru dan terbarukan) disubkan kepada perusahaan lain. “Kalau karyawan kami di SPC berprestasi bagus, bisa kami angkat sebagai karyawan di Brantas Energi,” kata Miftakhul Anas.
Adapun skor GCG ada di 71, berdasarkan asesmen internal. Untuk tahun 2023, skor tersebut ditargetkan di angka 72. “Laba bersih kami di tahun 2022, di Rp10,24 miliar,” kata dia,
Sementara, pada kesempatan yang sama, Manajer HC Brantas Energi, Syafriadi, menjelaskan sejumlah hal tentang sistem HC di perusahaan tersebut. Ia, antara lain, menjelaskan bahwa di tahun 2020, Brantas Energi mulai punya departemen HC yang tersendiri.
Peta mile stone untuk 2019-2023 telah dikembangkan dan diimplementasikan. Satu di antara itu adalah bahwa, di tahun 2021, Brantas Energi banyak mengembangkan dan mengimplementasikan program training and development, sertifikasi, HC SOP, peraturan perusahaan, HC planning and strategy, dan lain-lain.
“Untuk corporate culture Brantas Energi, kami mengembangkannya dari budaya AKHLAK dari Kementerian BUMN RI,” Syafriadi mengatakan.
Ia menjelaskan pula bahwa, jumlah SDM di Brantas Energi yang hanya 47 orang, sudah diperhitungkan melalui sejumlah analisis. Jumlah tersebut belum termasuk karyawan yang bekerja di SPC. “Kalau termasuk dengan karyawan di SPC, total karyawan kami sekitar 200 orang,” ia menjelaskan.
