Jakarta, TopBusiness—Total biaya proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami sekitar Rp21,3 triliun. Selaku pemegang hak pengusahaan eksklusif untuk jalan tol tersebut, Jakarta Metro Ekspressway (JKT Metro) akan mendanai 30% dari nilai proyek tersebut, dari ekuitas.
“Sementara, sisanya akan dibiayai dari pinjaman,” kata Corporate Secretary Nusantara Infrastructur, Dahlia Evawani, hari ini dalam keterbukaan informasi untuk Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dahlia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki JKTMetro secara tidak langsung. Dalam hal ini, Nusantara Infrastructure punya pemilikan di Marga Metro Nusantara sebesar 70%. Sementara, Marga Metro Nusantara punya pemilikan di JKTMetro sebesar 85%.
“Berdasarkan struktur transaksi, total kontribusi grup kami terhadap JKTMetro dan proyek jalan tol tersebut akan berjumlah sekitar USD241,95 juta.”
JKTMetro telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) tersebut, dengan Pemerintah Republik Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Hal itu berdasarkan Akta Nomor 01 tanggal 11 Oktober 2023, dibuat di hadapan Rina Utami Djauhari, S.H., notaris di Jakarta.
Dahlia menjelaskan bahwa berdasarkan perjanjian, Pemerintah Indonesia memberikan hak pengusahaan jalan tol eksklusif kepada JKTMetro untuk jangka waktu 45 tahun, termasuk masa konstruksi untuk mengoperasikan dan mengelola JORR, serta memungut tarif tol dari penggunanya.
Perjanjian tersebut tidak mengalihkan hak kepemilikan jalan tol tersebut kepada JKTMetro, namun akan memperbolehkan JKTMetro untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol selama masa konsesi. Tarif awal minimal Rp25.500.
