Jakarta, TopBusiness – Semenjak tahun 2021-2023, PT Hakaaston telah bertransformasi bisnis menjadi operator dan maintenance jalan tol, sehingga dibutuhkan insan-insan yang memiliki talenta dengan dibarengi core values AKHLAK.
Sebagai anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), dengan konsentrasi bisnis awalnya sebagai industri hotmix, precast dan Readymix, Hakaaston telah mengoperasikan sedikitnya 10 jalan tol dengan total panjang mencapai 659 km, dan langsung mengelola 21 rest area, serta mendapatkan hak pengelolaan Tol JTTS dan Pulau Jawa.
Bagi Hakaaston dalam rangka mempersiapkan dan menjadi perusahaan nomor satu terkait di system layanan dan opersional jalan tol serta mengelola rest area, dipelukan sumber daya manusia atau human capital alias HC yang mumpuni dan unggul.
Dalam konteks meningkatkan kapasitas dan kapabilitas insan-insan internal terkhusus generasi milenial dalam meningkatkan kinerjanya, untuk mencapai SDM unggul maka diterapkan konsep Agile Organization dengan mengejar implementasi agile, membangun kinerja karyawan, dan penerapan teknologi yang efektif . bagi seluruh karyawan melalui pengimplementasian sistem digital. Dengan begitu, proses bisnis bisa lebih efektif dan efisien, dan dapat menjawab tantangan eskternal, yang pada akhirnya adalah achieved financial performance goals.
Tak hanya di situ saja, dalam rangka membangun SDM unggul maka perseroan melakukan pembangunan atas bakat karyawan dengan melalui talent management strategy untuk mencapai vission-mission, organizational culture, strategy, dan menuju business process.
Ditegaskan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko M. Izzan Zubair bahwa saat ini komposisi SDM di Hakaaston sebanyak 34 persen diisi kaum milenial dan 12 persen oleh kaum yang sudah berusia 40 tahun ke atas atau generasi X. “Jadi komposisi SDM di Hakaaston ini sudah di sisi kaum milenial”, tegas Izzan Zubair kepada Dewan Juri TOP HC 2023 melalui jaringan webinar, di Jakarta, belum lama ini.
Dikatakan dia, human capital dari generasi milenial menjadi penggerak dengan dipadukan dengan pemahaman teknologi informasi atau IT. “Dengan keunggulan SDM yang diisi oleh komponen kaum muda “milenial” dan juga keunggulan digital akan memberikan keunggulan bisnis dalam mengelola dan mengoperasionalkan jalan tol JTTS dan rest area Sumatera dan Jawa,” tegas Izzan Zubair.
Pada kegiatan presentasi ini turut mendampinggi Kepala Departement HAC & SIT, Rusdwiyanti, SR Analist Komoensasi dan Benefit, Soemarno, Officer Pengembangan HC, Woro Inten Sayekti.
Perusahaan membentuk talent unggulan dengan komponen peningkatan formal traning dengan komposisi 10 persen, dan peningkatan CMC 20 persen dan experience learning dengan komposisi 20 persen. Tentunya dengan bobot 50 persen, ini kualitas peningkatan kompotensi SDM akan menjadi SDM yang mumpuni. Dan juga setiap bulan dilakukan knowledge sharing dari para profesional dan pakar HC untuk membuktikan kualitas daya serapan kualitas peningkatan kompetensi.
Bagi karyawan harus pula memenuhi kualitas kinerja dengan berpatokan kepada key performance indicator (KPI) seperti KPI Corporate, KPI Direktorat, KPI Departemen, KPI Ruas/Plant, KPI Individu.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya adalah dalam rangka mendukung transformasi bisnis, maka persiapan yang dilakukan Hakaaston pada tahun 2022 adalah restructuring financial dan organization, dan tahun 2023 melakukan refrofiling business, dan tahun 2024-2028 menjadi entitas bisnis nomor satu dalam bisnis O&M Toll Road Company.
“Target Hakaaston untuk tahun 2024 akan menjadi operator jalan tol nomor satu di negeri ini, dan akan menyalip seluruh pengelola jalan tol negeri ini,” kata Izzan Zubair.
Portofolio Hakaaston, sampai tahun 2028 dengan konsentrasi bisnis di industri hotmix, dan jasa layanan operasi, pemeliharaan, dan layanan rest área di JTTS dan Jawa.
Perusahaan juga mempersiapkan divestasi saham 36 persen dari anak perusahaan pada tahun 2022. Dan tahun 2023 melakukan perubahan struktur organisasi, relokasi dan mapping asset, dan mematangkan strategi bisnis 2024 -2028 dengan penyelarasan visi dan misi, fokus bisnis O&M Jalan Toll dan turunannya, peningkatan kompetensi untuk persiapan penguatan eksternal, dan pengembangan bisnis berbasiskan digitalisasi teknologi.
