Jakarta, TopBusiness—Dalam setahun terakhir, Cove telah mengembangkan sayap ke pengelolaan hotel dan apartemen dengan menyediakan layanan sewa kamar harian dan bulanan. Dengan tingkat hunian mencapai 92%, Cove berhasil mengelola lebih dari ratusan properti dengan jumlah kamar mencapai lebih dari 5.000 di sejumlah lokasi premium dan strategis.
“Daya tarik model bisnis Cove mencakup perbaikan desain interior pada properti mitra dalam 4-6 minggu saja, menjadikan mereka sebagai pilihan utama bagi pemilik properti yang menginginkan hasil maksimal dalam waktu minimal,” kata Country Director Cove Indonesia, Rizky Kusumo, dalam keterangan tertulis yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness.
Kunci keberhasilan tersebut juga didukung dengan pengembangan teknologi yang cepat, seperti halnya Cove telah mengembangkan sistem pemasaran hotel yang mendistribusikan kamar ke berbagai online travel agent (OTA) menggunakan sistem manajemen revenue yang unggul. “Dalam waktu dekat, Cove juga akan memberikan pengalaman pengguna yang pertama di Indonesia yang memiliki sistem operasi sendiri untuk mengelola pemesanan hingga pembayaran di Cove,” kata dia.
Cove memiliki rekam jejak di tingkat internasional yang memerkuat kemampuan sumber daya dan teknologinya dalam pengelolaan properti di berbagai negara. Selain itu, Cove juga telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan properti besar seperti Lippo, Keppel Land, dan MRT Jakarta, untuk memerkuat posisi dan memberikan kemudahan akses bagi para penghuninya secara menyeluruh.
Sebagai brand startup properti yang mengusung konsep flexible-living terkemuka, kini Cove memerkuat statusnya di Indonesia untuk menjadi pilihan utama bagi para investor atau pemilik properti untuk pengelolaan properti harian dan bulanan.
“Telah dipercaya oleh lebih 130 mitra properti dan real estat, Cove menyediakan layanan pengelolaan all-in-one berbasis data dan teknologi yang optimal untuk memaksimalkan informasi bagi pemilik properti mengenai rekomendasi harga yang akurat, dengan detail informasi pemasaran, hingga biaya operasional yang efisien,” kata Rizky.
