Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi rebound.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (27/10/2023) akhir pekan memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Rebound.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (26/10). Dow Jones -0,76%, diikuti S&P 500 1,18% dan Nasdaq 1,76%. Pasar AS bergerak melemah seiring dengan META mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan akan pendapatan iklan yang melambat.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak melemah 2,09% ke level USD 83,5/bbl, batubara menguat 1,65% di level USD 136/ton, nikel -0,95% ke level USD 18.071 dan CPO +2,09% di level MYR 3.759. Sedangkan harga emas terpantau menguat 0,07% ke level USD 1.995/toz.
Bursa Asia pada Kamis (26/10) ditutup mayoritas melemah. Nikkei turun 2,14%, Hang Seng melemah 0,24%, dan Shanghai naik 0,48%.
IHSG ditutup melemah 1,75% ke level 6.714,5 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.390,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.373,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 17 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 852,6 miliar), BBCA (Rp 206,8 miliar), dan BMRI (Rp 175,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBNI (Rp 62,3 miliar), INKP (Rp 54,4 miliar), dan INDF (Rp 33,4 miliar). Top leading movers emiten TPIA, CUAN, AMMN, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, BMRI.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,48% dan KOSPI 0,54%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian isi laporan.
