Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia rawan koreksi.
Melalui mncsekuritas.id, terlihat bahwa indeks komposit Jakarta ini, riset memperlihatkan MNCS Daily Scope Wave 8 Januari 2024.
IHSG ditutup terkoreksi 0,12% ke 7.350 dan disertai oleh munculnya volume penjualan, IHSG pun telah mengenai target ideal yang kami berikan kemarin di area 7.400. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sudah berada di akhir wave v dari wave (i), sehingga pergerakan IHSG berikutnya diperkirakan akan rawan terkoreksi untuk membentuk wave (ii) ke rentang area 7,223 hingga 7,292 terlebih dahulu.
Support: 7.275, 7.245
Resistance: 7.403, 7.877
Sementara itu, ada beberapa rekomendasi saham di bawah ini.
AKRA – Buy on Weakness
AKRA terkoreksi 0,95% ke Rp 1.565 disertai dengan munculnya volume penjualan. Posisi AKRA saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (iv) dari wave [c] dari wave Y, sehingga AKRA akan terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: Rp 1.520-1.540
Target Price: Rp 1.615, Rp 1.685
Stoploss: below Rp 1.475
EXCL – Buy on Weakness
EXCL menguat 0,48% ke Rp 2.100 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatan EXCL tertahan oleh MA20. Kami memperkirakan, posisi EXCL saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [i] dari wave C, sehingga EXCL rawan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu.
Buy on Weakness: Rp 2.050-2.090
Target Price: Rp 2.200, Rp 2.300
Stoploss: below Rp 1.960
PGEO – Buy on Weakness
PGEO terkoreksi 0,39% ke Rp 1.280 disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama PGEO masih mampu berada di atas Rp 1.160 sebagai stoplossnya, maka posisi PGEO saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C.
Buy on Weakness: Rp 1.215-1.275
Target Price: Rp 1.355, Rp 1.435
Stoploss: below Rp 1.160
TLKM – Buy on Weakness
TLKM terkoreksi 2,02% ke Rp 3.890 dan disertai oleh peningkatan volume penjualan, namun koreksinya masih tertahan MA200. Saat ini, posisi TLKM diperkirakan sedang berada di awal wave [iv] dari wave A, sehingga koreksi TLKM dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: Rp 3.740-3,880
Target Price: Rp 4.050, Rp 4.120
Stoploss: below Rp 3.700 per unit.
