Jakarta, TopBusiness—PT Bank Jago, Tbk., berhasil membukukan laba bersih (net profit after tax) sebesar Rp50 miliar di kuartal III tahun 2023. Angka ini meningkat 24% dari laba bersih Rp41 miliar di periode yang sama tahun 2022.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham hari ini, menjelaskan bahwa kinerja keuangan Bank Jago sepanjang 2023 terus menunjukkan momentum yang baik.
Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih besar dan sustainable, Bank Jago terus mengedepankan fundamental yang solid.
Arief memaparkan bahwa hingga kuartal III 2023, Bank Jago berhasil membukukan aset sebesar Rp19,1 triliun atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai sebesar 71% yang menunjukkan kuatnya tingkat permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan,” kata dia.
Bank Jago di kuartal III 2023 membukukan penyaluran kredit Rp10,9 triliun atau tumbuh 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,2 triliun. Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dan terukur yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 1,2%
“Dalam penyaluran kredit, kami masih mengutamakan kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Namun yang terpenting, kami mampu menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat dengan memerhatikan potensi risiko yang ada,” tegas Arief.
Kinerja positif penyaluran kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,2 triliun hingga akhir kuartal III 2023. Jumlah ini meningkat 23% dibandingkan dengan perolehan Rp984 miliar di kuartal yang sama tahun lalu.
