Jakarta-Thebusinessnews. Pemerintah telah memulai program pembangunan pembangkit listrik hingga 35 GW ( Giga Watt),Rencana itu akan memukul sumber pendapatan perusahan penyewaan genset.
Salah satunya akan dialami PT Sumberdaya Sewatama. Menurut analis PT Pefindo, Haryokuncoro bahwa terdapat faktor faktor yang membatasi peringkat obligasi PT Sumberdaya Sewatama(SSMM).” Kita tahu SSMM mengandalkan pendapatan dari sewa genset kepada PT PLN, Nah saat proyek 35 GW rampung maka bisnis ini akan redup.” Ujar dia di Jakarta, Selasa(21/6/2016).
Walaupun SSMM akan melakukan ekspansi sebagai produsen listrik swasta (IPP/ independent power producer), namum upaya itu,kata Haryo membutuhkan padat modal sehingga struktur permodalan yang semakin agresif dan adanya ketergantungan yang tinggi pada satu pembeli yakni PT PLN.
Untuk itu Pefindo menyematkan outlook negatif dari stabil bagi perusahaan dan obligasi I/2012 yang berperingkat ‘idA’ dan Sukuk Ijarah I/2012 dengan peringkat ‘idA(sy)’. Untuk periode 14 Juni 2016-1 September 2016.
Bahkan menurut Haryo, peringkat dapat turun jika target pendapatan dan upaya meningkatkan marjin keuntungan tidak tercapai.Sehinga dapat melemahkan rasio perlindungan arus kas dan struktur permodalan.
“Peringkat itu juga bisa dibawah tekanan jika tambahan utang melebihi dari yang diproyeksikan.” Ujar dia.
Dimana terjadi pemburukan profil keuangan dengan rasio utang terhadap EBITDA menjadi konsisten di atas 3,5 kali dan rasio FFO terhadap utang konsisten di bawah 15% di triwulan ke depan. (Az)