Jakarta, TopBusiness – Kinerja perusahaan jasa pengangkutan dan pengiriman batubara, PT Trans Power Marine Tbk (IDX: TPMA) masih mencatatkan performa positif hingaa akhir September 2023. Kendati harga batu bara dunia masih fluktuatif, perseroan terus melaju dan meningkatkan performancenya agar dapat bersaing secara sehat dalam industri pengangkutan barang curah, khususnya batu bara.
Disebutkan dalam keterangan resmi TPMA kepada media, Senin (30/10/2023), bisnis TPMA tidaklah terlalu terpengaruh oleh harga batubara, melainkan volume pengangkutannya yang sebagian besar adalah batu bara. Selain batu bara, jenis angkutan wood chip, nikel dan clinker merupakan barang curah yang sering diangkut.
Dengan kondisi demikian, penjualan TPMA selama sembilan bulan sampai dengan 30 September 2023 itu sebesar USD 48.032.330 atau naik 5% dibanding periode yang sama tahun 2022 yang di angka USD 45.624.094 atau year on year (yoy). Hal ini terutama karena kenaikan volume pengangkutan dan rata-rata tarif pengangkutan.
“Kenaikan penjualan telah mendorong kenaikan laba bersih dari USD 9.591.967 menjadi USD 13.154.905 atau sebesar 37% dan ratio EBITDA to Revenue mencapai 50%. Current ratio sebesar lebih dari 200% mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sangat sehat,” tandas Rudy Sutiono, Corporate secretary TPMA.
Untuk itu, strategi perusahaan agar bisa terus menjaga hubungan dan memberikan service terbaik kepada para customer-nya menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan.
“Ke depannya, perusahaan yakin dapat terus meningkatkan performance-nya seiring dengan rencana penambahan armada. Tiga sets tug and barge yang dipesan tahun lalu diharapkan akan selesai awal tahun 2024,” pungkas dia.
Sebelumnya disebutkan, TPMA sendiri masih optimistis kinerja hingga akhir 2023 ini bertumbuh positif sesuai target. Untuk pendapatan bisa terkerek 30% dan laba bersih melonjak 40% sampai akhir tahun ini.
Hal ini tak lepas dari gelontoran belanja modal (capex) yang di awal tahun ini dianggarkan mencapai US$ 38 juta. Angka sebesar itu untuk membeli 5 set kapal bagi perusahaan dan 15 set kapal untuk anak usaha, yakni PT Trans Logistik Perkasa.
TPMA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa pengiriman. Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada bulan Maret 2005. Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan memiliki lima perwakilan di lokasi utama pengangkutan batubara, seperti di Cilacap (Jawa Tengah), Cilegon (Banten), Banjarmasin (Kalimantan Selatan) , Tarakan (Kalimantan Timur) dan Kumai (Kalimantan Tengah).
