TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indonesia Miliki Potensi Energi Hidro Sangat Besar

Albarsyah
1 November 2023 | 14:48
rubrik: Business Info
Dukung Transisi Energi, PLN Yakin PLTA Asahan III Beroperasi 2024

Jakarta, TopBusiness – Indonesia memiliki potensi energi air atau hidro yang melimpah ruah, mencapai 95 gigawatt (GW) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Akan tetapi, implementasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Indonesia baru mencapai 6,7 GW.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Pembukaan Sesi Plenary pada World Hydropower Congress (WHC) 2023 di Bali, Selasa (31/10/2023).

“Selanjutnya, akan ditingkatkan lebih lanjut mencapai 72 GW sampai 2060. Sementara, untuk pumped storage akan mencapai 4,2 GW,” kata Arifin dikutip dari keterangan yang dirilis Kementerian ESDM.

Tenaga hidro dan PLTA merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki produktivitas yang stabil. Sehingga, pemanfaatannya bisa dipakai menjadi beban listrik dasar atau baseload. “Tenaga hidro adalah salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai baseload dan juga sebagai solusi bagi intermitensi dari variabel energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, pada jaringan listrik,” tutur Arifin.

Waduk Saguling Surut, Operasional PLTA Jadi Terdampak Sampai saat ini, pemerintah tengah membangun beberapa PLTA di sejumlah wilayah. Contohnya PLTA Jatigede berkapasitas 110 megawatt (MW) dan PLTA Asahan dengan kapasitas 174 MW, yang ditargetkan beroperasi atau commercial operation date (COD) pada 2024. Kemudian ada PLTA Peusangan 1 dan 2 dengan total kapasitas 88 MW serta PLTA Merangin 350 MW yang akan COD pada 2025.

Selan itu ada PLTA Batang Toru dengan kapasitas 520 MW yang akan COD pada 2026 mendatang. “Untuk meningkatkan peran tenaga hidro pada sistem kelistrikan, Indonesia juga mengembangkan pumped storage pertama, Upper Cisokan yang berkapasitas 1.040 MW, yang memanfaatkan aliran air Sungai Cisokan, Jawa Barat,” ujar Arifin.

BACA JUGA:   Tim Kementerian ESDM Cek Langsung Operasi HCML

Pemerintah juga berencana untuk mengambangkan industri hijau di Kalimantan, dengan memanfaatkan tenaga hidro. Terdapat dua proyek tenaga hidro berskala besar yang sedang disiapkan, yakni PLTA Kayan dengan kapasitas 9.000 MW yang akan menyuplai listrik untuk industri manufaktur. Selanjutnya ada PLTA Mentarang berkapasitas 1.375 MW yang akan memberikan suplai listrik untuk industri.

Arifin menuturkan, pemerintah juga menggenjot implementasi tenaga hidro di Papua karena potensinya yang besar di sana. “Dengan memanfaatkan potensi besar tenaga hidro yang berlokasi di Papua, pemerintah berencana untuk membangun area industri hidrogen hijau, yang akan dibangun di beberapa lokasi potensial, yakni Memberamo 1 5.695 MW, Memberamo 2 933 MW, dan Edi Valen 630 MW),” tandas Arifin.

Foto: Istimewa

Tags: kementerian esdm
Previous Post

LNG Indonesia akan Jadi Badai Pasokan di 2026-2030

Next Post

Andre Rosiade: Alhamdulillah Prakarsa HK di Flyover Sitinjau Lauik Disetujui PUPR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR