Jakarta, TopBusiness – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sampai tahun 2035 atau tahap akhir diperkirakan membutuhkan total 9,5 juta ton baja. Sementara untuk kebutuhan baja per fase akan terbagi lagi dalam lima tahapan.
Ketua The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) sekaligus Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS, Purwono Widodo Purwono mengatakan bahwa produk baja dalam negeri masih mencukupi untuk pembangunan proyek IKN.
Para pelaku industri baja khususnya dalam ranah pembangunan di IKN, tidak hanya berbisnis, tapi juga menekankan konsep nasionalisme.
“Selain bisnis kita ada nasionalisme, waktu Pak Nyoman Nuarta mendesain istana, karena ini pertama kali Indonesia punya istana yang didesain oleh orang Indonesia. Makanya kita bilang, bajanya jangan sampai diimpor, harus dibuat oleh orang Indonesia,” tutur Purwono di Jakarta seperti dikutip Selasa (7/11/2023).
Untuk pembangunan IKN tahap awal, Purwono memperkirakan proyek tersebut akan membutuhkan sekitar 500 ribu hingga 700 ribu ton baja. “Untuk (tahap) yang berikutnya, baru di atas 1 juta ton,” kata dia.
Adapun proses pembangunan IKN per Agustus 2023, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara Danis Hidayat Sumadilaga menyatakan perkembangan konstruksi infrastruktur dasar IKN Tahap 1 mencapai 38,1 persen dan seluruh kegiatan masih berjalan sesuai dengan jadwal pelaksanaan (on schedule).
“Konstruksi infrastruktur dasar IKN Tahap 1 yang kontraknya dimulai sejak 2021, seperti Jalan Tol Akses IKN tahap 1, Istana Negara, Kantor Presiden, dan Bendungan Sepaku Semoi,” kata Danis, beberapa waktu lalu.
Kementerian PUPR juga mulai melaksanakan pembangunan Tahap 2. “Tahap kedua mencakup proyek-proyek yang kontraknya dimulai pada April sampai Mei 2023, seperti bangunan kementerian koordinator 2 dan rumah rusun ASN (Aparatur Sipil Negara) IKN,” ucapnya.
