Jakarta, TopBusiness – Pemerintah saat ini berupaya menggenjot produksi udang nasional guna mencapai target produksi 2 juta ton pada 2024 sesuai RPJMN 2020-2024. Produksi udang nasional pada 2022 mencapai 1,097 juta ton.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi antara lain dengan revitalisasi tambak rakyat tradisional di sentra-sentra produksi udang.
Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) Gemi Triastutik memaparkan, revitalisasi tambak tersebut untuk meningkatkan produktivitas lahan tambak tradisional serta meningkatkan kesejahteraan petambak.
Revitalisasi tambak rakyat yang sudah dilakukan dengan luas klaster masing-masing sekitar 5 hektare antara lain di Aceh Timur, Cianjur. “Tahun 2023 sedang dilakukan revitalisasi di Lampung Timur, Sumbawa, Muna, Morowali Utara dan Mamuju,” ujar Gemi dalam Seminar Nasional & Shrimp Action Forum 2023 di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Untuk tahun 2024, pemerintah akan melakukan revitalisasi tambak rakyat di NTB dan Sumatera Utara.
Selain revitalisasi, pemerintah juga melakukan modelling untuk membangun tambak udang terintegrasi berbasis kawasan dengan produktivitas 80 ton/ha/tahun dan berkonsep ekonomi biru. Contoh yang sudah dilakukan di Kebumen dengan luas mencapai 100 hektare dan Integrated Shrimp Farming di Sumba Timur.
Kementerian KKP juga menciptakan kampung budi daya udang dan korporasi, antara lain 8 lokasi kampung vaname, 5 lokasi kampung windu, serta 3 lokasi korporasi udang. Pemerintah juga memberikan bantuan excavator, kincir, benih udang. calon induk udang, serta asuransi usaha.
Program prioritas lainnya adalah revitalisasi kawasan dan kesehatan iKan dengan PITAP, kluster tambak udang, monitoring residu, dan pengujian penyakit. Selain itu memperbaiki tata kelola budi daya udang dengan sertifikasi CBIB, CPIB, CPPIB, NSPK, dan perizinan usaha.
Berdasarkan data Future Market Insight 2023, pasar produksi udang global diperkirakan mencapai US$ 60,4 miliar pada 2023 dan akan meningkat jadi US$ 123,8 miliar pada 2033.
Amerika Serikat (AS) masih menjadi importir udang terbesar dunia dengan share dengan 28,6 persen, diikuti Uni Eropa 23,9 persen dan China 17,6 persen. Sedangkan negara eksportir udang terbesar adalah Ekuador, india, Vietnam dan Indonesia.
Pada tahun 2022, ekspor udang Indonesia mencapai US$ 2,15 miliar atau share 6,7 persen dari total ekspor global.
Program Lintas Kementerian/Lembaga
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati menjelaskan, Seminar Nasional & Shrimp Action Forum 2023 merupakan forum untuk afirmasi kebijakan, program dan aksi untuk revitalisasi tambak rakyat tradisional agar lebih produktif, berdaya saing dan berkelanjutan.
Menurut Vivi, komoditas udang merupakan kontribusi utama dalam ekonomi perikanan nasional yang berperan sebagai bahan pangan, juga menyumbagn devisa ekspor dan sumber mata pencaharian nelayan.
Kontribusi komoditas udang tercatat sebesar 34 persen dari nilai ekspor produksi perikanan nasional. Sedangkan pangsa pasar ekspor udang di tingkat global pada 2021 baru mencapai 7,9 persen dari market demand, yang trennya meningkat setiap tahun.
“Tentunya tambak rakyat tradisional masih menjadi andalan dalam produksi nasional, dengan produksi 82,5 persen dari total produksi dengan luasan sekitar 247.000 Ha.
Menurut dia, tambak rakyat tradisional ini dicirikan dengan terkelola dengan teknologi yang relatif rendah, tingkat produktivitas yang juga relatif rendah, tidak berada dalam kawasan terpadu, skala usaha juga beragam. Irigasinya serta dukungan infrastruktur lainnya minimal, serta
Dalam RPJMN 2020-2024 telah ditetapkan sebagai salah satu major project mengenai revitalisasi tambak di kawasan sentra produksi udang dan bandeng. Ini diharapkan menjadi salah satu program terpadu yang bisa disinergikan dengan berbagai afirmasi program lintas Kementerian dan Lembaga.
“Program ini sejalan dengan upaya mengakselerasi produksinya dan meningkatkan produktivitasnya sekaligus juga mengembangkan program hilirisasi udang nasional,” ujar Vivi.
Seminar Nasional & Shrimp Action Forum 2023 dihadiri ratusan peserta wakil dari kementerian dan lembaga terkait budi daya perikanan, akademisi, perbankan, dan dunia usaha.
