Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (10/11/2023) akhir pekan ini memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada perdagangan semalam (9/11) bursa AS ditutup melemah. Dow Jones turun 0,65%, diikuti S&P 500 0,81% dan Nasdaq 0,94%. Pasar mendapat tekanan dari melonjaknya yield US Treasury dan pernyataan Jerome Powell yang menyebutkan masih perlu banyak upaya untuk menurunkan inflasi.
Pasar komoditas ditutup mixed. Minyak turun 2,35% ke level USD 75,33/bbl, emas naik 0,61% ke level USD 1.969/toz, nikel -1,42% ke level 17.797, batubara +1,17% ke level 128,75/ton dan CPO turun 0,64% ke level MYR 3.744.
Bursa Asia kemarin (9/11) ditutup mixed. Nikkei naik 1,49%, Hangseng turun 0,33% dan Shanghai +0,03%.
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat 0,50% ke level 6.838,23 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 466,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 213,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 253 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 67,4 miliar), TLKM (Rp 58,1 miliar), dan CUAN (Rp 52,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BREN (Rp 76,2 miliar), UNTR (Rp 26,2 miliar), dan AMMN (Rp 24,6 miliar). Top leading movers emiten BREN, BRPT, BMRI, sementara top lagging movers emiten AMMN, BBRI, GOTO.
Pagi ini, bursa regional dibuka melemah. Nikkei -0,47% dan Kospi 0,85%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah seiring sentimen bursa global dan regional,” demikian isi laporan.
