Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (22/11/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup melemah pada Selasa (21/11). Dow Jones -0,18%, diikuti S&P 500 0,20% and Nasdaq 0,59%. The Fed mengindikasikan kebijakan suku bunga untuk tetap ketat di tengah kekhawatiran inflasi masih belum dapat ditangani.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat pada Selasa (21/11). Minyak +0,22% ke level USD 77,77/bbl, batubara 1,45% ke level USD 125,8/ton, nikel 0,24% ke level USD 16.995 dan CPO 0,41% di level MYR 3.952. Sedangkan harga emas terpantau menguat 2,07% ke level USD 2.021/toz.
Pasar Asia bergerak cenderung melemah pada Selasa (21/11). Nikkei 0,00%, Hang Seng -0,25%, Shanghai -0,01%, dan KOSPI +0,77%.
IHSG mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup di level 6.961 (-0,47%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 338,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 528,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 190 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 491,1 miliar), BBRI (Rp 151,9 miliar), dan BREN (Rp 89,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBNI (Rp 114,6 miliar), AMMN (Rp 63,1 miliar), dan MDKA (Rp 35,6 miliar). Top leading movers emiten TLKM, BBNI, BYAN, sementara top lagging movers emiten BREN, BBCA, BRPT.
Pagi ini NIKKEI dan KOSPI melemah 0,49% dan 0,68% berurutan. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi turun hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian isi laporan.
