TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2030, ADRO Targetkan Kontribusi Non Batubara Capai 50%

Busthomi
28 November 2023 | 20:21
rubrik: Capital Market
CSR Adaro Energy Bantu Ciptakan Hubungan Baik dengan Masyarakat

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), emiten batubara ini bertekad untuk bisa mengurangi produksi batubaranya secara bertahap. Langkah ini sebagai upaya perusahaan menggenjot produksi energy baru dan terbarukan (EBT) serta produksi mineral.

Dan target itu akan tercapai hingga sama-sama 50% antara produksi non batubara dan batubara di tahun 2030 nanti. Demikian seperti disampaikan oleh Lie Luckman, Chief Financial Officer (CFO) ADRO, di acara Public Expose Live 2023, Selasa (28/11/2023).

Menurut Luckman, langkah untuk meggenjot produksi non batubara itu berasal dari Adaro Green dengan pengembangan sektor EBT, yang mencakup pembangkit listrik tenaga air, solar, hingga angin. Ada proksi mineral bersumber dari Adaro Minerals dengan membangun proyek smelter.

“Sehingga nantinya ke depan, Adaro Group sendiri akan menyeimbangkan kontribusi bisnisnya antara Adaro Energy yang menghasilkan batubara dengan Adaro Minerals dan Adaro Green,” tutur Luckman.

Untuk diketahui, emiten dengan kode saham ADRO milik taipan Garibaldi Thohir itu memiliki tiga pialr bisnis. Yakni Adaro Energy, Adaro Minerals atau PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), dan Adaro Green.

Selama ini ADRO membawahi sejumlah bisnis batu bara Adaro, mulai dari tambang, logistik, jasa pertambangan, hingga Adaro Power untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Adapun, ADMR mencakup bisnis batu bara metalurgi hingga mineral yang saat ini sedang mengembangkan smelter aluminium di Kalimantan Utara.

“Untuk itu, pilar Adaro Minerals dan Adaro Green kami harapkan bertumbuh ke depannya, sehingga pada 2030 nanti Grup Adaro memiliki 50% pendapatan dari batu bara non termal. Jadi, Pilar 2 dan 3 akan seimbang dengan Pilar 1,” tandasnya.

Lebih jauh Luckman menegaskan, kinerja ADRO selama Sembilan bulan pertama 2023 ini masih positif. Untuk volume pernjualan mencatat pertumbuhan 11% menjadi 49,12 juta ton secara year on year (yoy), dengan pendapatan turun 16% menjadi US$4.981 juta, karena penurunan 25% pada harga jual rata-rata (ASP).

BACA JUGA:   Andalkan Segmen Energi, CHEM Optimistis Target Pendapatan dan Laba Tercapai

Dengan begitu, perseroan mencatatkan laba inti sebesar US$1.418 juta pada kuartal III-2023 dan EBITDA operasional sebesar US$1.944 juta. Dengan posisi keuangan ADRO tetap sehat berada di level kas bersih sebesar US$1.835 juta per akhir September 2023.

“Sejalan dengan rencana investasi, belanja modal naik 71% menjadi US$473 juta. Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk investasi pada alat berat, tongkang dan infrastruktur pendukung pada rantai pasokan, dan di sisi lain memulai investasi pada smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya. Secara keseluruhan, laba perusahaan tetap kuat berkat dukungan harga batu bara yang stabil dan operasi yang baik,” terang dia.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Garibaldi Thohir, mengatakan, walaupun menghadapi penurunan harga dan tekanan biaya karena inflasi, model bisnis persreoan yang terintegrasi tetap berkinerja baik.

“Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai target full year 2023 berkat dukungan eksekusi yang baik di setiap bisnis. Kami juga berada di tempat yang tepat untuk ambil bagian pada inisiatif hilirisasi Indonesia, yang menekankan komitmen kami terhadap pertumbuhan berkelanjutan di jangka panjang,” ujar kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir itu.

Tags: adaro energyadrokinerja keuanganproduksi batubara
Previous Post

Kemendag Siap Dukung Kebutuhan Operasi Freeport untuk Smelter Gresik

Next Post

Ekonomi Digital bakal Capai US$130 Miliar, VIDA Siap Dorong Infrastruktur Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR