Jakarta, TopBusiness—Ekonomi Indonesia diprediksi akan cukup bagus di tahun 2024, walau dampak gejolak ekonomi global pasti ada. Seiring itu, sektor properti diperkirakan tumbuh, tetapi hal itu tergantung jenis sektor properti tersebut. Demikianlah rangkuman penjelasan Vice Chairman Chusman and Wakefield Indonesia, Handa Sulaiman, saat memaparkan hasil riset terbaru ke sejumlah wartawan di Jakarta (7/12/2023).
Handa memaparkan bahwa, ekonomi Indonesia di tahun 2024, diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,8% hingga 5,2%. “Angka ini lebih baik ketimbang kisaran pertumbuhan ekonomi global yang di kisaran 2%,” kata dia.
Faktor lain yang bisa mendorong ekonomi Indonesia untuk tahun 2024 adalah jumlah kelas menengah yang terus tumbuh. Per tahun, jumlah kelas tersebut bertambah setara dengan total jumlah penduduk Singapura. “Hal tersebut bisa menjadi pendorong ke ekonomi kita, di saat ada ketidakpastian global,” papar Handa.
Pada tahun 2024, suku bunga di Amerika Serikat pun berkemungkinan turun. Hal ini tentu bisa menguntungkan perekonomian Indonesia, karena suku bunga acuan BI Rate tidak akan naik.
Semua faktor tersebut bisa menguntungkan sektor properti Indonesia di tahun 2024.
Handa pun menjelaskan bahwa, di tahun itu, sektor properti yang merupakan salah satu ‘mesin ekonomi’, seyogianya tumbuh lebih bagus. “Dan pertumbuhan itu, tergantung jenis sektor properti itu,” ia menegaskan.
Untuk sektor perkantoran, seyogianya akan pemulihan dalam dua-tiga kuartal ke depan. Sektor tersebut sudah mendekati titik terdasar hingga berkemungkinan berbalik arah: tumbuh lebih bagus di tahun 2024.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Direktur Cushman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, memprediksi bahwa di tahun 2024, tidak ada pasokan baru di perkantoran CBD Jakarta. Hal tersebut membantu pulihnya pasar, karena tingkat hunian akan naik. Adapun di tahun 2023, perkantoran CBD Jakarta mendapatkan pasokan baru, sebanyak 146.000 m2.
“Untuk tahun 2024,” kata Arief, “di saat tarif sewa kantor CBD Jakarta naik, beberapa calon penyewa masih wait and see. Ada yang menunggu hasil Pemilihan Umum 2024.”
Bagaimana untuk pasar kondominium di Jabodetabek? “Kami memproyeksikan bahwa pasar tersebut akan membaik di semester dua 2024,” kata Arief.
Sekitar 20.000 unit kondominium di kawasan tersebut akan serah-terima di semester dua tersebut. Hal ini seiring dengan upaya pengembang kondominium untuk memanfaatkan fasilitas bebas PPN dari negara. “Harga kondominium diperkirakan naik pelan di tahun 2024,” papar Arief.
