Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (15/12/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (14/12/2023) Dow +0,43%, S&P500 0,26%, dan Nasdaq 0,19%. Pasar AS mengalami kenaikan setelah UST 10Y turun dibawah 4% dan kepercayaan pasar akan kondisi ekonomi yang membaik.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat, minyak +3,04% ke level USD 71,6/bbl, batubara -0,51% di level USD 146/ton, nikel menguat 3,32% ke level USD 16.976/ton dan CPO 0,52% ke level MYR 3.691. Sedangkan harga emas terpantau menguat 2,38% ke level USD 2.045/toz.
Bursa Asia pada Kamis (14/12) ditutup mayoritas mixed. Nikkei -0,73%, Hang Seng +1,07%, dan Shanghai -0,33%.
IHSG ditutup +0,67% ke level 7.134,6 dengan investor mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 2.315,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 2.190,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 125,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 721,3 miliar), BBCA (Rp 654,4 miliar), dan BMRI (Rp 481,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh GOTO (Rp 89,7 miliar), ARTO (Rp 62,9 miliar), dan KLBF (Rp 56,6 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BBCA, BMRI, sementara top lagging movers emiten BREN, AMMN, BRPT.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,27% dan KOSPI 0,55%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian hasil riset.
