Jakarta, TopBusiness – PT Asri Karya Lestari Tbk (Perseroan), bergerak dalam bidang General Contractor berfokus pada bidang pekerjaan pondasi, erection, bekisting dan pekerjaan jalan resmi tercatat dan melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan ke-1 di tahun 2024 dengan kode saham “ASLI”.
Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 1.250.000.000 (satu miliar dua ratus lima puluh juta) saham setara dengan 20,00% (dua puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100. Sehingga dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp125 miliar. Perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.
Pada perdagangan debutnya itu, saham ASLI terlihat bergerak fluktuatif. Terlihat, usai turunn 3% ke level Rp97 per saham dari harga awalnya di angka Rp100 per saham. Lalu lima menit kemudian, saham ASLI kembali naik 4% ke level Rp104 per saham.
Adapun frekuensi transaksi saham ASLI saat pembukaan perdagangan sebanyak 3.416 kali dengan volume 771.129 saham yang diperdagangkan mencapai saham. Alhasil, nilai transaksi (turnover) ASLI pagi ini pun tembus Rp8,11 miliar.
Menurut Direktur Utama ASLI, Sudjatmiko langkah Perseroan untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan yang lebih baik sebagai perusahaan publik, yang diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi stakeholder ke depannya.
Langkah ini pun menyambut adanya Rancangan Undang-Undang APBN Tahun 2024 telah resmi diundangkan menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2023 tentang APBN TA 2024 pada tanggal 16 Oktober 2023.
Selanjutnya, pada tanggal 29 November 2023, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) TA 2024.
“Dengan diserahkannya DIPA dan Daftar Alokasi TKD, artinya pelaksanaan APBN tahun 2024 telah siap dimulai. Mewujudkan anggaran belanja negara yang berkualitas merupakan upaya krusial yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dan ASLI bisa berharap ikut mampu menyerap dan berpartisipasi dalam proyek APBNN tersebut,” ujar dia, Jumat (5/1/2024).
Belanja negara pada APBN 2024 ditetapkan sebesar Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, Belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, dan Transfer ke Daerah sebesar Rp857,6 triliun. Jumlah ini meningkat 6,4% dari tahun 2023 yang diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi dan pelaksanaan prioritas nasional.
Belanja Pemerintah Pusat tahun 2024 meningkat 7,4% dari tahun 2023 yang difokuskan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi salah satunya dalam Pembangunan IKN. Selanjutnya, belanja negara dalam APBN 2024 dialokasikan juga untuk belanja prioritas, yaitu anggaran infrastruktur sebesar Rp423,4 triliun untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Angka tersebut naik 5,9% dari anggaran infrastruktur 2023 yang dialokasikan sebesar Rp399,6 triliun.
“Oleh karena itu Perseroan mempersiapkan ekpansi usaha agar diharapkan Perseroan mampu menyerap dan berpartisipasi dalam Pembangunan negeri. Sehingga Perseroan dapat memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat dan negara,” ujarnya lagi.
Sudjatmiko menjelaskan, rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 66,35% akan digunakan Perseroan untuk melakukan setoran modal pada anak perusahaan Perseroan, yaitu PT Bumi Prima Konstruksi sebesar 56.25% (untuk pembelian alat berat berupa Rotary Drilling Rig, Mobile Crane, Crawler Crane, Foco Crane Trailler dan Dolly Trailler Truck) dan PT Manyar Perkasa Mandiri sebesar 43.75% (untuk pembelian mesin produksi batching plant).
Sisanya, sekitar 33,65% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu pembayaran material, perlengkapan proyek, serta untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia, OJK dan seluruh profesi penunjang atas segala dukungannya dalam proses IPO ini. Dengan hadirnya Perseroan sebagai pionir general contractor di lantai Bursa, diharapkan dapat membangkitkan semangat industri jasa konstruksi tanah air untuk semakin maju, berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.
ASLI merupaka perusahaa General Contractor berfokus pada bidang pekerjaan pondasi, erection, bekisting dan pekerjaan jalan, serta persewaan alat berat dan industry beton siap pakai melalui Perusahaan Anak.
Saat ini Perseroan mempunyai 2 anak usaha bergerak di bidang persewaan alat berat PT Bumi Prima Konstruksi dan dibidang industry beton siap pakai PT Manyar Perkasa Mandiri. Sebagai wujud dari komitmen Perseroan untuk memberikan jaminan produk dan layanan yang dihasilkan, Perseroan telah memiliki sertifikat ISO 9001:2015, 14001:2015, ISO 45001:2018, yang berlaku hingga tanggal 09 Maret 2024.
