Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu lalu ditutup naik 0.58%, tapi disertai dengan net sell asing ~403 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah CUAN, DSSA, BRPT, AMRT, dan ENRG.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG masih berpotensi rebound kembali hari ini.
“Dengan kondisi itu, level Support IHSG akan berada di rentang 7430-7470 dan level Resist IHSG di kisaran 7600-7650,” ungkap Fanny dalam risetnya, Senin (11/8/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Kompak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Berkat Rally Apple. Indeks-indeks Wall Street kompak ditutup menguat pada Jumat (8/8).
Penguatan tersebut dipimpin sektor teknologi. Indeks Nasdaq melonjak 0,98%, S&P 500 naik 0,78%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,47%. Kenaikan indeks ditopang reli saham Apple Inc. yang menjadi motor penggerak sektor teknologi.
Produsen iPhone tersebut melonjak 13% dalam sepekan, setelah mengumumkan rencana investasi sekitar US$ 600 miliar di AS dalam empat tahun ke depan, sebagai upaya meredakan ketegangan dagang dengan Presiden Donald Trump. Saham Apple masih melanjutkan penguatan 4,2% pada perdagangan Jumat (8/8).
Kenaikan Apple terjadi di tengah kebijakan Trump yang menetapkan tarif impor 100% untuk semikonduktor dan chip, namun memberikan pengecualian bagi perusahaan yang memproduksi di AS.
Pasar juga menilai tarif tersebut tidak seberat yang dikhawatirkan sebelumnya, sehingga sebagian investor mengabaikan tarif resiprokal AS yang mulai berlaku Kamis (7/8) tengah malam, termasuk bea masuk tinggi untuk barang dari Suriah (41%), Laos, dan Myanmar (masing-masing 40%).
Trump, melalui unggahan di Truth Social, memperingatkan pengadilan AS agar tidak membatalkan kebijakan tarifnya.
Ia menegaskan, jika kebijakan itu dibatalkan, ‘akan terjadi seperti 1929, sebuah Depresi Besar’. Menurut Trump, tarif yang diberlakukan telah memberikan ‘dampak positif besar’ bagi pasar.
Bursa Asia Mixed, Sentimen Investor Global Cenderung Bearish. Pasar saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi dengan mayoritas berada di zona merah, pada perdagangan Jumat pekan lalu (8/8).
Bursa saham Jepang melonjak terdorong laporan kinerja emiten yang positif dan ekspektasi penghapusan tarif ganda oleh AS terhadap produk Jepang.
Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,85%, dan Topix menguat 1,21%. Saham SoftBank Group melonjak hingga 11% setelah membukukan laba 1Q25. Sony Group juga menguat 6% setelah kenaikan 4,1% sehari sebelumnya.
Sedangkan di Korea Selatan, Kospi melemah 0,55%, sedangkan Kosdaq naik 0,43%. Di kawasan lain, indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,27%, Hang Seng Hong Kong turun 0,94% yang dipimpin saham teknologi, CSI 300 China turun 0,24%.
Di sisi lain, Jepang merilis serangkaian data ekonomi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Jepang, di antaranya Household Spending periode bulan Juni, dan Current Account periode bulan Juni.
Di domestik, BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Jul-25 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,1, lebih tinggi dibandingkan dengan periode Jun-25 sebesar 117,8. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: INET, BBCA, BRMS, DOOH, TOBA, dan PGEO
–INET Spec Buy dengan area beli di 278-288, cutloss di bawah 272. Target dekat di 296-308.
–BBCA Spec Buy dengan area beli di 8225-8300, cutloss di bawah 8200. Target dekat di 8425-8500.
–BRMS Spec Buy dengan area beli di 444-450, cutloss di bawah 438. Target dekat di 458-462.
–DOOH Spec Buy dengan area beli di 152-156, cutloss di bawah 150. Target dekat di 159-167.
–TOBA Spec Buy dengan area beli di 1035-1045, cutloss di bawah 1030. Target dekat di 1060-1080.
–PGEO Spec Buy dengan area beli di 1615-1625, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1645-1660.
