Jakarta, TopBusiness – Setelah sukses mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS), salah satu perusahaan distributor gas alam serius menatap kinerja ke depan dengan optimis. Perseroan pun telah memiliki banyak target untuk menggenjot kinerja, antara lain dengan membangun banyak stasiun atau dipo LNG.
Untuk diketahui, CGAS merupakan perseroan dikenal sebagai perusahaan pelopor yang memfokuskan pada pengembangan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) di Indonesia melalui kegiatan usaha perdagangan dan distribusi gas alam yang menggunakan moda transportasi ke daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas.
Menurut Direktur Utama CGAS, Andika Purwonugroho, sejauh ini wilayah operasi Perseroan di Jawa Barat, Sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Lampung. Saat ini, CGAS bakal focus menggarap pelanggan sektor industry kecil dan menengah, serta kalangan ritel yang bakal meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Selama ini pasar kami adalah kalangan industry kalangan besar. Dan ke depan, dalam 5 tahun tak hanya industri besar tapi juga ke industri menengah dan kecil. Itu konsen kami. Karena kalau industri besar, begitu mereka relokasi pabrik itu apalagi yang di kawasan industri, pilih yang eksisting. Makanya kami juga siap sasar kalangan ritel. Saat ini ritel 20 persen dan ke depan bisa 30%-40%,” ungkap Andika, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/1/2024).
Gas alam sendiri ini digunakan untuk keperluan industri, transportasi, perumahan, dan pembangkit listrik swasta yang menggunakan gas sebagai sumber energinya. Pemasaran ini dilakukan secara B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer), menargetkan sektor industri, transportasi dan juga melayani jasa konsultasi terkait operasional dan perawatan peralatan gas alam.
Ke depannya, jelas Andika, selain mengembangkan LNG dengan menggunakan dana hasil IPO, CGAS juga berencana melakukan ekspansi usaha ke beberapa daerah dengan membangun mother station baru yang lebih mendekati target pasar, yakni di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah dengan kapasitas plant 1,5 MMSCFD dan mother station di Majalengka berkapasitas plant 1 MMSCFD, serta mother station di Manyar, Gresik, Jawa Timur berkapasitas plant 2 MMSCFD.
“Harapannya dengan pendistribusian lokasi usaha, maka Perseroan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak konsumen dari berbagai segmen,” tegasnya.
Dia menyampaikan, sejauh ini CGAS menawarkan harga kompetitif yang bisa menciptakan penghematan biaya bagi pelanggan metering yang terkalibrasi, sehingga bisa memperoleh hasil pemakaian CNG secara terukur dan tepat.
Jaringan distribusi Perseroan maupun entitas anak juga sudah tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa, maka saat ini CNG bisa lebih mudah diperoleh pelanggan. CGAS menerapkan aplikasi SCADA yang terintegrasi, sehingga pelanggan bisa memastikan pengiriman CNG sesuai jadwal.
“CNG merupakan gas yang sangat aman, karena kami selalu menggunakan standar tertinggi keamanan untuk distribusi gas ke pelanggan. Perseroan senantiasa melakukan preventif maintenance terhadap equipment, seperti PRS (Pressure Reduction System), CNG Tubeskid, GTM, metering dan peremajaan equipment yang terjaga dan terjadwal,” ujar Andika.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, melalui strategi diversifikasi produk, CGAS meyakini dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang mencari alternatif gas sebagai sumber energi untuk keperluan industri, sehingga bisa terus bertumbuh secara berkesinambungan dan memberikan kontribusi yang semakin bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Dengan kinerja tersebut, kami targetkan revenue (pendapatan) di tahun ini bisa meningkat 30%. Dengan laba bersih sekitar 5%. Apalagi setelah LNG station kembali beroperasi di kuartal I-2024. Yakni pembangunan untuk LNG station baru di Purwodadi, Kabupaten Grobagan yang hampir jadi dan di Manyar, Gresik,” tegas Andika.
Perseroan telah membangun keunggulan kompetitif yang signifikan dalam industri perdagangan dan distribusi gas alam, yang ditandai dengan penawaran harga yang kompetitif memberikan nilai penghematan biaya energi yang maksimal bagi pelanggan. Apresiasi atas komitmen terhadap kualitas diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berkat standarisasi dan pengujian mutu yang telah dijalankan selama lebih dari 16 tahun.
Ditambah lagi, dengan jaringan distribusi yang luas menyebar di Sumatera dan Jawa, CNG menjadi lebih mudah diakses oleh pelanggan. Kualitas layanan juga menjadi prioritas, dengan implementasi aplikasi SCADA yang terintegrasi dan proses gas treatment yang cermat memastikan distribusi CNG terjadwal dengan baik.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama, menjamin CNG yang memiliki tekanan tinggi hingga 250 bar sesuai dengan standar keamanan tinggi yang mengacu kepada standar ISO yang berlaku, termasuk melakukan maintenance preventif secara rutin pada peralatan penting seperti Pressure Reduction System, Gas Transport Module, Metering, dan peremajaan peralatan yang dijadwalkan dengan baik demi menjamin keselamatan pelanggan dan kelancaran distribusi.
