
Jakarta, businessnews.id — PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton) mengharapkan dapat mengumpulkan dana sekitar Rp 1,2 triliun-Rp 1,3 triliun dari hasil penawaran saham perdana/initial public offering (IPO). Itu dijelaskan oleh Direktur Keuangan Wika Beton, Entus Nawawi, di Jakarta hari ini.
Dana tersebut dari hasil menjual saham sebesar 23,47% saham atau sebanyak-banyaknya 2,04 miliar saham. Jumlah saham yang dilepas itu termasuk saham yang dialokasikan bagi karyawan sebanyak 3% dari total saham yang ditawarkan. Meski demikian, manajemen Wika Beton masih enggan menyebutkan harga saham yang ditawarkan perseroan.
Entus mengatakan, pihaknya telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Sucorinvest Sentral Gani, sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk pelaksanaan IPO.
Sedangkan untuk book building akan berlangsung pada 4 Maret sampai 7 Maret 2014 sehingga diharapkan mendapat ijin efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada 24 Maret 2014. Adapun penawaran umum ini direncanakan pada 26 Maret sampai 28 Maret 2014.
“Sementara, pencatatan di papan Bursa Efek Indonesia ditargetkan pada 3 April 2014,” Entus berkata. (ZIZ)