Jakarta, TopBusiness—Kini punya dua Very Large Gas Carrier (VLGC), yakni kapal tanker gas raksasa, yang akan dioptimalkan untuk mengangkut komoditas LPG baik di dalam maupun luar negeri, Pertamina International Shipping (PIS) berencana terus menambah armada tanker. Itu untuk pengangkutan LPG atau pun komoditas gas lainnya.
CEO PIS Yoki Firnandi menambahkan bahwa PIS selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) dari Pertamina memiliki peran penting dalam menjamin distribusi energi nasional di Indonesia. “Kita berencana menambah 6 VLGC di tahun 2024 ini, dimulai dengan 2 VLGC di awal tahun ini, yang nantinya juga bisa memerkuat posisi PIS di bisnis angkutan LPG dunia,” kata dia dalam keterangan tertulis hari ini.
“Pembelian VLGC yang merupakan kapal ramah lingkungan ini, juga sejalan dengan misi kami menjadi perusahaan maritim logistik yang mendukung bisnis energi hijau,” katanya.
Keunggulan VLGC sebagai kapal ramah lingkungan antara lain karena memiliki tangki dual fuel, yang memungkinkan kapal untuk mengoptimalkan bahan bakar bersulfur rendah dan juga gas. Kapal ini, juga tidak hanya bisa mengangkut gas atau LPG, tetapi juga bisa mengangkut komoditas petrokimia seperti amonia.
Adapun dua VLCG yang telah diluncurkan di Korea Selatan kemarin lusa, adalah VLGC Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia.
Teknologi terkini yang dimiliki kapal VLGC Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia juga disebut bisa meningkatkan speed kapal dengan penggunaan bahan bakar bahkan lebih efisien hingga 16%.
Tidak hanya itu, kapal ini juga telah memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) dalam operasionalnya. Dengan penambahan kapal ini, armada kapal milik PIS kini bertambah jadi 97 unit dengan 61 kapal tanker beroperasi di rute internasional. “Kami optimistis jumlah ini bisa terus bertambah ke depannya, sesuai dengan target perusahaan,” ujar Yoki.
