TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sukses Ber-KUB dengan BJB, Bank Bengkulu Siap Melesat di Tahun Ini

Busthomi
17 January 2024 | 11:17
rubrik: BUMD, Event
Sukses Ber-KUB dengan BJB, Bank Bengkulu Siap Melesat di Tahun Ini

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu atau Bank Bengkulu baru saja merampungkan program Kelompok Usaha Bank (KUB) yang merupakan tawaran solusi Otoritas Jasa Keuangan guna menguatkan permodalan bank, seperti Bank Bengkulu ini. Pihaknya, baru saja digandeng PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB.

Sehingga dari proses KUB ini, Bank Bengkulu mendapat suntikan modal sebesar Rp250 miliar. Alhasil, sokongan dana itu pun membuat asset Bank Bengkulu menjadi meningkat. Bahkan tak hanya itu, mereka pun bakal mendapat pengembangan digitalisasi yang bisa menyerupai bank-bank besar lainnya.

Ditambah lagi ke depannya, Perseroan bakal memiliki komposisi manajemen yang lengkap. Maklum saja, selepas ditinggal Direktur Utamanya Ahmad Irfan yanag meninggal dunia tengah tahun lalu, hingga kini Direktur Utama Bank Bengkulu masih berstatus Plt yakni dijabat Mulkan, yang sebelumnya sebagai Direktur Operasional.

Dengan kondisi tersebut, Bank Bengkulu pun yakin kalau di tahun ini kinerja Perseroan bakala rebound dan menjadi positif dibanding kinerja 2023 yang mengalami kontraksi.

“Kami tetap optimis di tahun 2024 dapat segera menggeliat untuk rebound dengan penguatan struktur manajemen yang akan segera lengkap dan penguatan permodalan dari KUB dengan Bank BJB,” ungkap Plt Dirut, Mulkan saat mengikuti penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness, di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Dalam kesempatan ini, Mulkan yang didampingi tim dari jajaran Corporate Secretary dan Corporate Communication ini memaparkan pencapaian dan target ke depan di tahun ini. Dan dengan adanya KUB, sebut dia, bakal membuat kinerja Bank Bengkulu membaik. Adapun sinergi dengan Bank BJB yang telah berjalan itu antara lain penyetoran modal sebanyak RP 250 miliar.

“Untuk setoran modal Rp100 miliar sudah efektif. Lalu untuk setoran modal Rp150 miliar yang merupakan setoran tahap kedua telah dilaksanakan tanggal 23 Juni 2023 dan proses perizinan Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank BJB,” jelas dia.

Dalam sinergi KUB ini, selain pastinya dilakukan sinergi perbankan di bidang Sharing Knowlegde dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas SDM serta sistem manajemen, tentu saja ada sinergi perbankan di bidang bisnis breupa pengembangan digitalisasi seperti BI Fast, Laku Pandai Babe Bisa, Host to Host layanan penerimaan pajak daerah, Bank Devisa dan juga sinergi dengan BJB Syariah.

“Makanya, diharapkan di 2024 ini digitalisasi perbankaan juga semakin kuat. Termasuk pengembangan aplikasi mobil banking seperti yang mereka punya yakni digi Cash. Sehingga dengan digitalisasi ini, jika ada yang mau ajukan kredit tak perlu lagi datang ke kantor. Ini tentu juga lebih efisien. Dan bisa meningkatkan pendapatan dari fee base,” ujar Mulkan.

BACA JUGA:   Sejak Berdiri BPR Bulungan Fokus pada UMKM

Apalagi memang, Bank Bengkulu juga sudah melakukan sinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Beberapa yang sudah dilakukan dan telah berjalan adalah pengembangan uang electronic TapCash, pengembangan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), lalu ada COP (Car Ownership Program), dan Corporate Card.

“Untuk TapCash ini kita hanya co-branding saja. Memang dari sini tak ada fee base tapi secara nama kita terus meningkat. Tapi kalau KKPD, ini sudah berjalan sukses. Tercatat, dari beberapa SPJ pejabat sduah jalan. Mereka bisa melakukan perjalanan dinas dulu, dan SPJ-nya kita talangin dulu. Makanya kita kan terus genjot digitalisasi seiring adanya sinergi ini. Selama ini fee base belum signifikan namun sudah ada hasil. Di 2024 ini kami targetkan (fee base icome) maik 11%-12%,” katanya.

Proses penjurian TOP BUMD Awards 2024 terhadap Bank Bengkulu. FOTO: TopBusiness

Bidik Kredit dan DPK

Secara kinerja, diakui Mulkan, sepanjang 2023 ini memang kurang terlalu baik. Kendati meningkat beberapa pos, namun tetap memgalami perlambatan. Dengan tantangan yang berat di tahun lalu membuat laba tergerus hingga 33,35%.

“Penurunan laba ini tak lepas dari masih belum signifikan peningkatan kredit di situasi perekonomian yang ada dan kekosongan manajemen pada tahun 2023. Secara garis besar unsur kinerja bisnis mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya namun belum signifikan mendorong peningkatan laba. Untuk total laba Bank Bengkulu terkontraksi sebesar 33,35% dibanding tahun sebelumnya,” ujar dia.

Secara umum, untuk kinerja lainnya, seperti total asset naik 4,77% secara year on year (yoy) menjadi Rp9,09 triliun, dengan Dana PIhak Ketiga (DPK) naik tipis 1,58% YoY menjadi Rp7,06 triliun, laju kredit di angka Rp6,38 triliun atau naik 1,46% YoY, dan laba sebanyak Rp109 miliar atau merosot 33,35%.

Dengan rasio bank-nya yakni CAR masih tinggi di 26,43%, NPL yang rendah di angka 0,48%, ROE dan ROA yang bagus di angka masing-masing 6,66% dan 1,23%, dengan NIM stabil di posisi 5,93% dan BOPO yang lumayan masih tinggi di angka 88,90%, dengan LDR di angka 90,34%.

“Laba segitu karena adanya factor cost of fund (biaya dana/CoF) yang tinggi. Dari awal tahun (2023) sampai akhir tahun itu naik terus bunga dana, sementara untuk CASA (dana-dana murah) masih di bawah target,” katanya.

BACA JUGA:   Tingkatkan Performa, Perumda Lae Nciho Perkuat Tata Kelola dan Digitalisasi

Untuk biaya dana tinggi sendiri, dijelaskan Mulkan, ternyata tak hanya dirasakan oleh banknya. Hampir semua BPD, termasuk Bank BJB, mengalami hal yang sama yakni tekanan dari adanya biaya dana tinggi. “Iya hampir semua bank (terkena CoF tinggi). Kami kordinasi dengan BJB juga sama CoF tingi, cuma mereka kan size bisnisnya beda, lebih luas. Semua bank daerah sama mengalami CoF yg berat,” jelasnya.

Biaya dana tinggi ini terlihat dari kenaikan Deposito yang mencapai 118,62% dari target yakni sebanyak Rp4,41 triliun. “Jadi, depoisto Bank Bengkulu ini dapat tercapai pada akhir tahun karena merupakan salah satu produk penghimpunan dana yang masih menarik masyarakat Bengkulu. Karena bersifat likuid dan tidak adanya penalti penarikan jika belum jatuh tempo. Deposito sebagai salah satu strategi dalam rangka pemenuhan rasio likuiditas akhir tahun,” ujar dia.

Sementara pos DKP lainnya, yakni Giro hanya tercapai 81,45% atau sebesar Rp851,29 miliar, dan Tabungan yang hanya tercapai 66,51% dari target atau sebanyak Rp1,72 triliun. Kata dia, program-program peningkatan tabungan tahun 2023 telah dilaksanakan, namun masih terdapat beberapa program yang realisasinya masih rendah atau di bawah 100%. Hal ini disebabkan karena persaingan dan masih butuh optimalisasi kegiatan promosi yang dilakukan di Cabang dan Capem khusus terkait program.

Selain itu, lanjutnya, belum lengkapnya fitur-fitur yang dapat mendukung produk tabungan juga menjadi kendala yang cukup sifgnifikan untuk peningkatan tabungan secara masif.

Untuk menggenjot DPK, kata dia, salah satunya akan melakukan peningkatan program-program penghimpunan DPK, khususnya tabungan dengan efektif dan efisien. Optimalisasi sinergi baik dengan Bank BJB maupun BNI untuk kerja sama e-channel yang dapat mendukung aktivitas nasabah seperti Qris, Aquirer (EDC), Cash Management System (CMS), e-Money, serta penambahan biller pembayaran maupun pembelian pada ATM dan Mobile Banking. “Ini menjadi salah satu langkah agar produk Giro dan tabungan Bank Bengkulu dapat bersaing dengan produk Bank competitor,” harapnya.

Untuk kredit, komposisi outsanding kredit sampai dengan Desember 2023 didominasi oleh kredit konsumer sebesar 75,17% (Rp4,79 triliun), diikuti oleh kredit Komersial sebesar 24,83% (Rp1,58 triliun). Kredit komersial meningkat sebesar 7,61% (Rp111,99 miliara) dibandingkan dengan posisi Desember 2022 (yoy), sedangkan kredit konsumer mengalami penurunan sebesar -0,43%  dibandingkan dengan posisi Desember 2022.

“Jumlah debitur kredit berdasarkan DWH secara YoY mengalami peningkatan debitur kredit sebesar 3,56% (1.506 Debitur) dibandingkan dengan Desember 2022. Untuk komposisi debitur kredit sampai dengan Desember 2023 didominasi oleh kredit konsumer sebesar 81,37% (35.644 Debitur), diikuti oleh kredit komersial sebesar 18,63% (8.162 debitur),” katanya.

BACA JUGA:   Upaya Perumdam Tirta Mahameru Tingkatkan PAD Kabupaten Lumajang

Ke depan, Bank Bengkulu akan mengoptimalkan penyaluran Kredit Produktif dengan Penyaluran kredit yang bersubsidi disegmen UMKM serta mengoptimalkan penyaluran Kredit Konsumtif kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Kabupaten/Kota yang mendapat jatah pengangkatan PPPK serta lebih mengoptimalkan penyaluran Kredit THT dan Kredit Keagamaan, sebagai strateginya.

Perkuat Tata Kelola

Guna meningkatkan kinerja, diakui Mulkan, aspek tata kelola juga menjadi perhatiannya. Dalam tata kelola ini, baru-baru ini pihaknya sudah mengelar di ALCO, dan salah satu hasilnya mewajibkan untuk melakukan penilaian kepuasan pelanggan. Pihaknya juga membentuk Satuan Kerja (Satker) salah satunya Satker di bidang IT, agar kinerja lebih cepat lagi.

“Kalau ngomong pelanggan, kami juga sering ketemu langsung dengan nasabah dan mereka merasa puas dengan pelayanan kita, salah satunya karena dalam pelayanannya menggunakan bahasa daerah. Ini jadi keunggulan kami, dari sekian banyak bank di Bengkulu itu masih mengatakan enak berurusan dengan Bank Bengkulu. Jadi kearifan lokal itu ditonjolkan di kami,” ujar dia.

Dan memang berkat tata Kelola yang baik itu, berdasar Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Per Desember 2022 dari OJK ada di Peringkat 1. Ini  mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sangat sehat, sehingga dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negative yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lain tercermin dari peringkat factor penilaian antara lain profil risiko, penerapan tata Kelola, rentabilitas, dan permodalan yang secara umum sangat baik.

Sehingga, dalam hal terdapat kelemahan maka secara umum kelemahan tersebut tidak signifikan. “Untuk tahun 2023 hasilnya belum muncul dari OJK-nya,” kata dia.

Langkah ini juga dapat memicu peningkatan layanan Mobile Banking. Antara lain Layanan e-Samsat, Layanan Electronic Data Capture (EDC), Pembayaran PBB Online melalui chanel Teller, ATM, Pembayaran OPD Payment non tunai untuk Pemerintah daerah, T-Money Bank Bengkulu dan Qren (QRIS), Top Up E-Wallet, Aplikasi BaBe Bisa, host to host biller untuk pembayaran tagihan dengan chanel bjb, dan lain sebagainya.

“Bank Bengkulu telah memberlakukan kebijakan Zero Tolerance for Fraud, dimana semua dugaan kejadian fraud akan diusut tuntas dan tidak ada toleransi,” ungkapnya.

Tags: Bank BengkuluTOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Regional 4 Indonesia Timur Catat 171,7 juta Jam Kerja Selamat

Next Post

Pajak Seni-Hiburan Maksimal 10%; Promosi Budaya Tradisional 0%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR