Jakarta, TopBusiness – PT BPR BAPERA Kabupaten Batang, Jawa Tengah terus memberikan kinerja terbaik dengan didasari kaidah tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance atau GCG.
Direktur Utama BPR BAPERA Aji Setya Budi SE.,MSi,AKt, di depan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024 secara rapat zoom, di Jakarta, hari ini, menyatakan bahwa pihaknya selama 19 tahun tidak pernah mengalami kerugian, bahkan terus memberikan pendapatan laba dan terus bertumbuh.
“Dan tidak hanya berhenti di situ saja, dengan inovasi serta pelayanan terbaik BPR BAPERA turut meningkatkan kualitas serta kemampuan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) se-KABUPATEN Batang,” kata Aji.
Tercatat, setiap tahun sebanyak 3.000-5.000 UMK mendapatkan sentuhan dan pembinaan langsung dari BPR Batang ini. Dan dengan pelayanan nan cekatan. Ditambah lagi dengan layanan jemput bola, BPR ini langsung menyambangi para UMK di pasar-pasar tradisional dan para pedagang kulakan untuk mendapatkan pinjaman kredit dari nilai Rp 1-5 juta.
Selanjutnya, dengan kesigapan, kecermatan dan kecepatan layanan para nasabah akan mendapatkan persetujuan kredit hanya dalam tempo persetujuan kredit hanya dalam hitungan waktu 3 jam saja, jika dibandingkan dengan waktu sebelumnya mencapai 3 hari.
Aji menegaskan bahwa pihaknya sedang memperjuangkan kepada Pemerintah Kabupaten Batang dapat memberikan kontribusi memikul beban bunga kredit antra 5-6 persen dari suku bunga kredit sebesar 9 kepada nasabah UMK sebagai pelaku bisnis terdepan, agar para UMK bisa dapat bersaing dengan baik.
“Serta kami juga memiliki produk inovatif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat diberikan bantuan sambungan air minum agar tetap mendapatkan sambungan air minum pemipaan dan PDAM yang akan melakukan pencicilan kepada pihak BPR BAPERA. Dan target kami pada 2024, ini akan membina 5.000 UMK dan 3.500 pelajar dalam tabungan pelajar serta inklusi keunagan, agar masyarakat terdidik dan melek menabung sejak dini. Ini akan menjadi program rutin dan berkelanjutan”, tegas Aji.
Adapun inovasi pelayanan BPR BAPERA adalah dengan menerapkan FINTECH (Financial Teknologi) dan menggunakan virtual Account (VA) melalui jaringan teknologi mengunakan Mobile APPS. Dengan itu, seluruh nasabah dapat langsung memantau rekening koran masing-masing.
Dan juga untuk penyetoran, nasabah pun sangat dimanjakan. Seluruh collection BPR BAPERA dapat langsung menjemput bola di lapangan, karena hampir seratus persen berada langsung di titik-titik para nasabah, jadi nasabah tidak perlu harus antre di kantor-kantor kas BPR BAPERA ini.
Lantas keunggulan lain, bagi seluruh nasabah sudah bisa melakukan penarikan ung melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di mitra strategis melalui ATM bersama dengan kolaborasi dengan Bank Danamon.
Untuk mendapatkan dana murah, BPR BAPERA ini telah menghimpun tabungan pelajar sebanyak 3.500 nasabah se-Kabupaten Batang ini, dan target untuk tahun 2025 sebanyak 5.000 nasabah pelajar.
Dengan memperhatikan kinerja apiknya, BPR BAPERA memiliki portofolio bisnis dengan tata kelola sehat. Ini tercermin dari capaian penyaluran kredit Rp 74.172 miliar, cakupan tabungan sebesar Rp 19.205 miliar, deposito Rp 13.607 miliar, serta capaian laba bersih sebesar Rp 1.262 miliar. Hampir seluruh hasilnya melebihi target yang ditentukan, serta aset hingga tahun 2023 ini sebesar Rp 95.134 miliar.
“Dan tentunya dengan kinerja apiknya, BPR BAPERA ini dengan rutin setiap tahun turut memberikan kontribusi penyertaan laba kepada pemegang saham dalam hal ini Kabupaten Batang sebesar 55 persen dari laba bersih yang diraihnya,” pungkas Aji.
Sementara itu, selaku Dewan Juri Dwinda Ruslan memberikan masukan kepada BPR BAPERA agar terus membangun sinergitas antara BUMD se-kabupaten Batang dan juga BUMN serta dengan swasta. “Apalagi Kabupaten Batang ini memiliki Kawasan Industri Terpadu (KIT) tentu banyak hal yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha dan juga diperlukan sinergi yang saling menguntungkan. Oleh sebab itu sebagai perusahaan daerah harus dapat menangkap potensi KIT ini. Dengan dilakukan pemetaan potensi yang ada, maka pelaku usaha milik Kabupaten Batang akan menjadi pemain di daerahnya sendiri, jangan hanya jadi penonton di daerah sendiri”, tegas Dwinda.
