TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PDAM Tirta Saka Selabung, Bangkit Melayani Setelah Terancam Kolaps

Nurdian Akhmad
31 January 2024 | 07:31
rubrik: BUMD
PDAM Tirta Saka Selabung, Bangkit Melayani Setelah Terancam Kolaps

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Air Minum( PDAM) Tirta Saka Selabung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terus menunjukkan kinerja layanan dan bisnis yang mumpuni, kendati secara operasional menghadapi berbagai tantangan maupun kendala yang tidak ringan.

Di bawah kepemimpinan Hendra Gunawan yang sudah 12 tahun menjabat sebagai direktur perusahaan, PDAM Tirta Saka Selabung mencatat performa yang meningkat, baik dari sisi penjualan atau pendapatan maupun jumlah pelanggan. Pada 2023, PDAM Tirta Saka Selabung meraih pendapatan Rp 6,79 miliar, meningkat ketimbang pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 6,049 miliar. Jumlah pelanggan juga bertambah dari 12.263 sambungan rumah (SR) pada 2022 menjadi 13.689 SR.

Berdasarkan penilaian Kementerian PUPR,  tingkat kinerja PDAM Tirta Saka Selabung tahun 2022 naik dari 2,66 menjadi 2,67 atau peringkat ke-4 di Provinsi Sumatera Selatan.

“Kinerja keuangan PDAM Tirta Saka Selabung dalam tujuh tahun terakhir mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Kantor Akuntan Publik,” ujar Hendra dalam penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Senin (29/1/2024).

Seperti diketahui, PDAM Tirta Saka Selabung Kabupaten OKU Selatan sebelumnya bernama PDAM Cabang Muaradua, yang waktu itu masih cabang dari PDAM OKU Induk Baturaja. PDAM Cabang Muaradua beroperasi mulai tahun 1988.

Pada 2005 terjadi pemisahan kabupaten menjadi tiga  kabupaten yaitu Kabupaten OKU Induk Baturaja, Kabupaten OKU Timur, dan Kabupaten OKU Selatan. Kemudian pada 27 Januari 2005 PDAM Cabang Muaradua memisahkan diri dari PDAM OKU Induk Baturaja melalui Berita Acara Penyerahan Aset, personil , pembiayaan dan manajemen PDAM Kabupaten OKU Selatan, dan berubah menjadi PDAM Kabupaten OKU Selatan.

“Pada tahun 2006 diterbitkan Perda No 18 Tahun 2006 Tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dengan nama PDAM  Tirta Saka Selabung  Kabupaten OKU Selatan,” kata Hendra.

BACA JUGA:   Dorong Digitalisasi Pasar, Bank DKI Sinergi dengan Perumda Pasar Jaya

Hendra mengakui, PDAM Tirta Saka Selabung saat ini masih dalam masa pemulihan karena sebelumnya PDAM ini terancam kolaps.  “Terus terang saat saya masuk ke PDAM ini sedang kolaps dengan pegawai yang cukup banyak sampai 200  orang, dan pelanggan tidak sampai 5.000. Kami mencoba bertahan dengan melakukan inovasi-inovasi dan perubahan, Alhamdulillah pelanggan kami sekarang sudah mencapai 13 ribu SR,” tutur dia.

Ada beberapa inovasi yang dilakukan PDAM Tirta Saka Selabung untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk meningkatkan cakupan layanan, PDAM Tirta Saka Selabung  sejak tahun 2016 sampai 2024 selalu mengikuti Program Hibah Air Minum Perkotaan kepada Masyarakat Berpenghasil Rendah (MBR).

“Pelanggan kami sebenarnya dulu yang reguler hanya sekitar 5.000-an, setelah kami mengikuti program Hibah Air Minum Perkotaan dari tahun 2016 sampai tahun 2023, serapan kami kebanyakan pelanggan MBR,” tutur dia.

Hal itulah yang membuat proporsi usaha dan layanan publik  atau sosial di PDAM Tirta Saka Selabung masing-masing  50 persen.

Tantangan yang dihadapi PDAM Tirta Saka Selabung saat ini antara lain sumber air baku yang mengalami perubahan akibat perkebunan kelapa sawit dan penebangan liar di hutan. Hal itu terutama terjadi sekitar 5 tahun terakhir.

“Kabupaten OKU Selatan untuk perkebunan sawit baru masuk sekitar lima tahunan. Dulu air baku kita bagus, sehingga  kita tidak menggunakan tawas atau bahan kimia lain. Kita cukup menggunakan bahan untuk membunuh bakteri saja, cuma sekarang sudah tidak bisa lagi. Kalau hujan, yang masuk bahkan air lumpur. Kami sudah mengajukan surat ke Perkebunan (perusahaan yang membuka kebun sawit) dengan tembusan ke bupati untuk kiranya ada program CSR di mana kita sama-sama melakukan program penghijauan di daerah hulu sungai juga upaya untuk mencegah penebangan liar di  hutan,” kata Hendra.

BACA JUGA:   Perumda Terminal Makassar Metro, dari Buntung Menjadi Untung

Tantangan lainnya adalah debit sumber air baku mengalami penyusutan pada musim kemarau.  Selain itu, pendapatan penduduk yang rata-rata petani sangat tergantung pada musim panen. Hal ini mengakibat pembayaran tagihan air dari pelanggan juga menunggu musim panen.

“PDAM Tirta Saka Selabung juga menghadapi tantangan berkurangnya kapasitas IPA (instalasi pengolahan air) akibat belum ada pembangunan SPAM baru,” ujarnya.

Beberapa solusi yang dilakukan manajemen PDAM Tirta Saka Selabung  antara lain pengolahan kualitas air produksi diperbaiki dengan zat kimia serta SDM yang handal.  Selain itu, pendalaman sumber air baku dan ada sumber air baku cadangan. Penagihan door to door dengan mengunakan aplikasi rekening pembayaran mobile, serta perluasan jaringan dan pembangunan SPAM baru baik itu menggunakan dana APBN dan APBD.

PDAM Tirta Saka Selabung juga masih  menghadapi masalah tingkat NRW atau kebocoran air yang masih di angka 23,61 persen.  Untuk mengurangi tingkat NRW ini, upaya yang dilakukan antara lain pergantian water meter  di tempat pelanggan dan melakukan perbaikan-perbaikan di pipa jaringan.

“Kami juga membentuk tim khusus yang bertugas untuk menurun NRW.  Karena jaringan distribusi kami tidak hanya menggunakan sistem perpompaan, tapi juga menggunakan sistem gravitasi.  Untuk yang gravitasi ini alirannya 24 jam, kalau tidak diawasi pasti akan merugikan PDAM,” tutur Hendra.

Saat ini, cakupan  layanan teknis  PDAM Tirta Saka Selabung  mencapai 14,34 persen dan cakupan administrasi sebesar 9,52 persen.  Sedangkan rata-rata jam layanan per hari mencapai 22,93 jam.  

Hendra menjelaskan, layanan pendistribusian air belum bisa 24 jam karena pihaknya masih menggunakan pompa di mana saat-saat  tertentu dilakukan perawatan atau maintenance pompa tersebut. “Ini yang membuat jam layanan tidak bisa 24 jam.Untuk yang sistem gravitasi pendistribusian semuanya bisa 24 jam,” ucap Hendra.

Tags: PDAM Tirta Saka SelabungTOP BUMD Awards 2023TOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Sistem Keuangan RI Terjaga di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

Next Post

Banyak Saham Tambang Direkomendasikan, dari BREN hingga ITMG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR