TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Data Center Ini Tak Sekalipun Down Sejak 2012

Achmad Adhito
1 February 2024 | 07:08
rubrik: Business Info
Savira, Artificial Intelligence di Pameran Pendidikan

Ilustrasi Artificial Intelligence/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—-NTT Indonesia terus mengintensifkan bisnisnya di Indonesia. Salah satu lini bisnis perusahaan asal Jepang tersebut adalah layanan data center dengan kualitas tinggi.

“Sejak tahun 2012, layanan data center kami tidak pernah sekalipun mengalami down time,” kata Presiden Direktur NTT Indonesia, Yasuhiro Kajiki, dalam paparannya untuk media massa di Jakarta, kemarin sore.

Pusat data center dari NTT Indonesia tersebut ada di dua lokasi. Yaitu di kawasan Kuningan (Jakarta Selatan) dan di suatu kawasan industri di Bekasi (Jawa Barat).

“Itu merupakan layanan data center dengan kualitas global,” Yasuhiro menambahkan.

Kemudian, dalam paparannya, Yasuhiro menyinggung tentang performa keuangan NTT Group secara global. Pendapatan NTT Group di angka USD100 miliar. Jumlah karyawan secara global di 330.000.

“Untuk biaya riset dan pengembangan,” Yasuhiro menambahkan, “NTT Group punya dana USD3,6 miliar dalam setahun.”

Sektor Pasar Modal

Kemudian, Yasuhiro menjelaskan bahwa saat ini, TI (teknologi informasi) telah mengubah kecepatan transaksi di sektor pasar modal. Pada tahun 1531-an, transaksi tersebut berbasiskan human.

Tahun 1990-an, transaksi tersebut menjadi online base. “Dan mulai tahun 2020, transaksi di pasar modal menjadi berbasis AI (artificial intelligence). Contohnya adalah analisis data berbasis AI,” kata dia.

Ada beberapa faktor yang menunjang perkembangan pasar modal di Indonesia. Satu di antara itu adalah pertumbuhan pesat kelas menengah di Indonesia. “Kemudian, Gen Z dan Milenial, sangat terdigitalisasi. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan pasar modal Indonesia,” dia mengatakan.

BACA JUGA:   Bahlil: Devisa Ekspor Batu Bara Capai Rp 268 Triliun, PNBP Lampaui 60 Persen Target Semester I
Tags: data centerntt indonesia
Previous Post

Pertamina Punya Direktur Manajemen Risiko, Sebelumnya Petinggi Bank Mandiri

Next Post

Waspada Profit Taking, Berikut Saham Hari Ini yang Layak Koleksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR