Jakarta, TopBusiness—-NTT Indonesia terus mengintensifkan bisnisnya di Indonesia. Salah satu lini bisnis perusahaan asal Jepang tersebut adalah layanan data center dengan kualitas tinggi.
“Sejak tahun 2012, layanan data center kami tidak pernah sekalipun mengalami down time,” kata Presiden Direktur NTT Indonesia, Yasuhiro Kajiki, dalam paparannya untuk media massa di Jakarta, kemarin sore.
Pusat data center dari NTT Indonesia tersebut ada di dua lokasi. Yaitu di kawasan Kuningan (Jakarta Selatan) dan di suatu kawasan industri di Bekasi (Jawa Barat).
“Itu merupakan layanan data center dengan kualitas global,” Yasuhiro menambahkan.
Kemudian, dalam paparannya, Yasuhiro menyinggung tentang performa keuangan NTT Group secara global. Pendapatan NTT Group di angka USD100 miliar. Jumlah karyawan secara global di 330.000.
“Untuk biaya riset dan pengembangan,” Yasuhiro menambahkan, “NTT Group punya dana USD3,6 miliar dalam setahun.”
Sektor Pasar Modal
Kemudian, Yasuhiro menjelaskan bahwa saat ini, TI (teknologi informasi) telah mengubah kecepatan transaksi di sektor pasar modal. Pada tahun 1531-an, transaksi tersebut berbasiskan human.
Tahun 1990-an, transaksi tersebut menjadi online base. “Dan mulai tahun 2020, transaksi di pasar modal menjadi berbasis AI (artificial intelligence). Contohnya adalah analisis data berbasis AI,” kata dia.
Ada beberapa faktor yang menunjang perkembangan pasar modal di Indonesia. Satu di antara itu adalah pertumbuhan pesat kelas menengah di Indonesia. “Kemudian, Gen Z dan Milenial, sangat terdigitalisasi. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan pasar modal Indonesia,” dia mengatakan.
