Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Bahari Berkesan (Perseroda) milik Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2024 yang digelar majalah TopBusiness.
BPRS Bahari Berkesan ini terpilih dan masuk nominasi 250 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbaik dari 1.000 lebih BUMD yang ada di Indonesia dan lolos mengikuti ajang penilaian untuk penghargaan TOP BUMD Awards 2024 itu.
Hal ini tak lepas dari kinerja positif dari BPR Syariah yang berlokasi di Daerah Gamalama, di Kota atau Pulau Ternate itu. Sehingga mereka layak mendulang apresiasi. Kinerja positif dari BPRS satu ini karena ditopang oleh sederet inovasi, termasuk inovasi dalam pengembangan digitalisasi dan pengelolaan dana milik Pemerintah Kota Ternate.
Dalam presentasinya, Direktur Utama BPRS Bahari Berkesan, Risdan Harly mengungkap keberhasilannya dalam mempertahankan kinerja positif BPRS-nya selama ini. Termasuk di dalamnya beberapa inovasi yang sudah dikembangkan.
Beberapa inovasi yang sudah dilakukan antara lain, dalam hal digitalisasi, beberapa aktivitas usaha dalam penghimpunan dana masyarakat dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan itu dalam layanan jasa perbankannya sudah digital. Seperti transfer In and Out real time, ATM Card Less secara On Us, serta sebagai bank transaksional Pemerintah Daerah Kota Ternate.
Selain itu, BPRS Bahari Berkesan juga telah dipercaya sebagai Bank Milik Daerah untuk mengelola Rekening Penerimaan dan Pengeluaran Kas Daerah Kota Ternate setelah mendapat izin Menteri Keuangan RI.
“Jadi kami satu-satunya di Indonesia yang levelnya BPR–BPRS milik Pemda yang sudah mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” tandas Risdan saat mengikuti penjurian TOP BUMD Awards 2024 secara online yang dilakukan majalah TopBusiness, Selasa (30/1/2024).
Dengan inovasi terebut, BPRS Bahari Berkesan ini melakukan operasionalnya di wilayah Kota Ternate atau di Pulau Ternate dan pulau-pulau sekitarnya. Lainnya ada tiga pulau yang menjadi market-nya, seperti Pulau Hiri, Puau Moti, dan Pulau Batang Dua.
“Yang terjauh dan terpencil itu Pulau Batang Dua. Ini semua tiga pulau terluar. Meski di daerah terluar, kita tetap andalkan digitalisasi. Dan ke depan juga kita akan menggunakan aplikasi dari Ternate Smart, saat ini sedang mengembangkan aplikasi tersebut. Dan persetujuannya sedang diajukan ke OJK,” terang dia.
Kinerja BPRS
BPRS yang memiliki Visi: ‘Menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang menguntungkan, berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat’ serta Misi: ‘Menjalankan usaha dalam bidang keuangan dan perbankan berdasarkan prinsip-prinsip Syariah’ itu mengusung strategi bisnis adalah sebagai BUMD yang bertujuan membantu Pemerintah dalam Pembangunan Daerah.
“Makanya, BPRS Bahari Berkesan bersinergi membangun kemitraan dengan berbagai komponen pemerintahan khususnya Pemerintah Daerah Kota Ternate, Pengusaha, UMKM dan masyarakat dengan terus meningkatkan pelayanan, berinovasi dalam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atas layanan jasa perbankan,” ujarnya lagi.
Apalagi itu semua sudah didukung digitalisasi. “Jadi, dengan diselenggarakannya Pay Roll ASN Kota Ternate secara non tunai itu sangat berdampak pada penghimpunan dana pihak ketiga dan crosseling pembiayaan ditopang dengan layanan ATM Cardless. Dan ini menjadikan inovasi yang berdampak dalam pencapaian kinerja BPRS Bahari Berkesan,” ungkapnya.
Adapun untuk pencapaian pendapatan ini masih bersumber dari penyaluran pembiayaan yang masih didominasi oleh pembiayaan sector konsumtif, dimana pemanfaatan produk pembiayaan oleh ASN Pemda Kota Ternate yang berjumlah sekitar 4.000 ASN itu pembayaran gajinya telah dilaksanakan non tunai melalui rekening tabungan. Jadi untuk pembayaran gaji dan semua kewajiban pihak ketiga itu disalurkan oleh BPR berkesan.
Terlebih, Kota Ternate yang yang dikenal dengan Kota Jalur Rempah dan merupakan Kota Wisata, Jasa dan Perdagangan itu, sehingga dengan kehadiran BPRS Bahari Berkesan sebagai salah satu BUMD di bidang Jasa Perbankan diharapkan dapat memberikan kontribusi dividen dalam peningkatan PAD selain penerimaan daerah lainnya berupa pengumpulan pajak dan retribusi.
“Karena pengembangan rempah ini, terhadap pelaku UMKM-UMKM-nya, menjadi target kami dan kami sudah melakukan kontak dengan Pemda, karena ini peluang. Dengan begitu untuk hasil buminya itu BPRS kami ini yang menjadi penyangganya,” lanjut Risdan.
Dengan kinerja masih di jalur positif itu, setoran dividen dalam bentuk PAD-nya terus meningkat. Dari empat BUMD yang ada, yakni PT BPRS Bahari Berkesan, PT Alga Kastela, PT Ternate Bahari Berkesan, Perusahaan Daerah Ake Gaale (PDAM), hanya hanya BPRS Bahari Berkesan yang memperoleh laba positif, sehingga memberikan kontribusi PAD dalam bentuk deviden, sementara yang lainnya belum mencapai laba positif.
“Untuk tahun ini (dividen 2023), kami targetkan kontribusi dividennya sebesar Rp2,50 miliar, memang turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,63 miliar,” katanya. Kontribusi dividen itu tak lepas performa positifnya. Sepanjang tahun 2023 lalu, untuk pembiayaan sebesar Rp78,51 miliar meningkat dari Rp71,19 miliar di tahun sebelumnya. Lalu untuk DPK sebesar Rp70,26 miliar di 2023, naik dari Rp68,97 miliar setahun sebelumnya. Sayangnya asset dan laba berih menurun. Untuk asset dari Rp143,19 miliar menjadi Rp119,38 miliar di 2023. Dan laba bersih dari Rp4,78 miliar menjadi Rp4,55 miliar di tahun lalu. Dengan NPF yang masih terkendali di 2,87%.
