TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Awas, Perekonomian RI Masih Menghadapi Risiko Global

Nurdian Akhmad
6 February 2024 | 11:21
rubrik: Ekonomi
Tarif Impor 1.147 Produk Dinaikkan Hingga 10 Persen

aktivitas ekspor dan impor barang di pelabuhan/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Meskipun optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 akan mencapai target, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan adanya risiko global yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.

Beberapa risiko itu di antaranya semakin meningkatnya tensi geopolitik, pelemahan ekonomi Tiongkok, volatilitas harga komoditas.

“Pengetatan moneter dan juga dengan tingkat suku bunga tinggi untuk masa yang lebih panjang, atau yang sering dikatakan dengan higher for longer,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesi 2023 yang dikutip Selasa (6/2/2024).

 Selain itu, menurut dia, fragmentasi ekonomi sebagai hasil dari meningkatnya tensi geopolitik beserta krisis perubahan iklim juga turut menjadi risiko yang perlu diwaspadai Indonesia ke depan.

Kendati begitu, Menko Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid mencapai target 5,2 persen pada 2024.  “Target tahun ini masih 5,2 persen, masih optimis. Meskipun cuaca hujan dan agak gelap, tapi Indonesia terang sendiri,” ucap dia.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05 persen secara kumulatif (c-to-c) sepanjang 2023. Secara tahunan, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 persen (yoy) dihitung dari kuartal IV 2022.

Menurut Airlangga, pencapaian kinerja ekonomi tahun ini melampaui proyeksi sebelumnya yang mencatat ekonomi Indonesia sebesar 5,03 persen pada 2023. Dengan kinerja tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dengan inflasi yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Dari segi pertumbuhan ekonomi, Indonesia mengungguli Malaysia (3,77 persen), Meksiko (3,10 persen), dan Spanyol (2,50 persen).

Namun masih berada di bawah Tiongkok (5,20 persen), Filipina (5,57 persen) dan Uzbekistan (6,0 persen). Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,05 persen sejajar dengan Vietnam yang juga mencatatkan angka yang sama.

BACA JUGA:   Ekspor Non-Migas ke AS-Tiongkok-India Tetap Kuat

 Kemudian, dari sisi pengendalian inflasi, Indonesia juga tercatat lebih stabil dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan (3,2 persen), Jerman (3,7 persen), bahkan Rusia (7,42 persen).

 “Dari segi pengendalian inflasi, Indonesia juga lebih baik di mana Indonesia bisa menahan inflasi di angka 2,61 persen. Sehingga inflasi kita itu sebagai top lima. Di atas kita Jepang, Arab Saudi, Italia, dan Tiongkok,” kata Airlangga.

 Dengan kebijakan yang berlaku saat ini, lanjut Airlangga, hingga 2025 Dana Moneter Internasional (IMF) masih mempertahankan proyeksi ekonominya terhadap Indonesia di level lima persen. Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,9-5 persen, sedangkan OECD 5,2 persen.

Tags: airlangga hartartoMenko perekonomianpertumbuhan ekonomi 2024
Previous Post

Jelang Long Weekend, KAI Tambah 10 Perjalanan KA Jarak Jauh

Next Post

LKM Rangkas Bitung Dongkrak Perekonomian Daerah dan Raih Prestasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR