
Jakarta, businessnews.id — Pembobolan ATM BCA oleh warga Malaysia beberapa waktu lalu, mengakibatkan kerugian Rp 1,2 miliar. Yang sudah diselamatkan dari kejadian itu Rp 726 juta, dan tersisa Rp 500 juta.
“Angka Rp 500 juta itu kecil kalau dibandingkan keuntungan BCA tahun 2013 yang sebesar Rp 14,3 triliun,” kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, di Jakarta (5/3/2014).
Ditambahkannya, dengan kejadian tersebut, pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan Kepolisian dan Imigrasi . Namun ia berharap, pemegang kartu ATM BCA lebih berhati-hati menggunakan kartu ATM. Itu dengan merahasiakan nomor PIN
“Saat memencet ATM, harus menutup jari yang memencet nomor PIN,“ harapnya.
Ia mengaku, ATM BCA telah dipasangi CCTV, antiskimer, dan PIN cover. Walau PIN cover telah dipasang, mampu dibobol oleh pelaku berkebangsaan Malaysia itu.
Ke depan, BCA akan terus mengembangkan pengamanan ATM BCA guna mengembalikan kepercayaan nasabah.
“Penggunaan ATM ini sebagai upaya less cash society (membudayakan pengurangan transaksi tunai—red.).” (ABDUL AZIZ)