TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Adapundi Jalin Kerja Sama Loan Channeling dengan Bank DBS Indonesia

Albarsyah
15 February 2024 | 19:18
rubrik: Finance
Adapundi Jalin Kerja Sama Loan Channeling dengan Bank DBS Indonesia



Jakarta, TopBusiness – Mengawali tahun 2024, PT Info Tekno Siaga (Adapundi), sebuah platform teknologi finansial (fintech) yang memberikan layanan pendanaan berbasis teknologi informasi, meresmikan kerja sama dengan Bank DBS Indonesia melalui skema penyaluran pinjaman atau loan channeling.

Kolaborasi ini hadir untuk meningkatkan kapasitas pendanaan guna memperluas layanan keuangan digital. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, yakni Direktur Adapundi Achmad Indrawan dan Head of Ecosystem Lending PT Bank DBS
Indonesia Willy Lawy.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 85,10%. Angka ini meningkat dibanding tahun
2019 yakni sebesar 76,19%. Pada tahun 2024, OJK menargetkan indeks inklusi keuangan di Indonesia meningkat menjadi 90%.

Memahami hal tersebut, Adapundi dan Bank DBS Indonesia berkolaborasi untuk memberikan akses bagi nasabah akan fasilitas kredit sesuai dengan porsi pendanaan, syarat, dan kondisi yang berlaku. Integrasi tech-to-tech di dalam ekosistem pun akan memberikan efisiensi produk dan layanan bagi pengguna.

Kesepakatan dengan Bank DBS Indonesia menjadi bagian dari realisasi rencana jangka panjang Adapundi. Direktur Adapundi Achmad Indrawan menyampaikan,

“Dengan strategi dan langkah yang sudah dicanangkan di awal tahun ini dan kerja sama yang sudah terjalin dengan Bank DBS Indonesia, kami optimis dapat terus memperluas jangkauan pendanaan hingga ke pelosok negeri sehingga semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk kebutuhan mereka masing-masing.”

Pada 1 Januari 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberlakukan aturan baru bagi fintech dan peer-to-peer (P2P) lending, yakni penurunan bunga dari 0,4% per hari menjadi 0,3% per hari. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri. Kendati demikian, Adapundi memandang peraturan ini sebagai
peluang untuk memperluas cakupan pasar layanannya dan menciptakan solusi finansial yang lebih inklusif.

BACA JUGA:   Bank DBS Indonesia: Prospek Ekonomi dan Pasar Memasuki Kuartal Keempat 2023

Kerja sama Adapundi dengan Bank DBS Indonesia tidak hanya memberikan solusi keuangan yang mudah, cepat dan aman namun juga memberikan akses pinjaman hingga permodalan, terutama bagi masyarakat dengan akses perbankan terbatas (underbanked).

“Memasuki tahun 2024, kami senantiasa memperluas kerja sama yang mendukung keuangan digital. Kemitraan Bank DBS Indonesia dengan Adapundi merupakan upaya kami dalam menghadirkan produk
perbankan yang inovatif dan bertanggung jawab guna mengakselerasi inklusi finansial di Indonesia. Inisiatif ini selaras dengan pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia yang pertama, yakni Responsible Banking guna mewujudkan visi kami untuk menjadi ‘Best Bank for a Better World’,” tutup Head of Ecosystem Lending PT Bank DBS Indonesia Willy Lawy.

Tags: bank dbs indonesiadbs indonesia
Previous Post

Menteri Basuki : Perbaikan Darurat Tanggul Sungai Wulan Selesai

Next Post

Melati Bhakti Satya Nanti Status Badan Hukum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR