Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (19/02/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Jumat (16/02). Dow Jones -0,37%, diikuti S&P 500 0,48% dan Nasdaq 0,82%. Wall Street melemah setelah laporan inflasi panas lainnya menimbulkan kekhawatiran bahwa penurunan suku bunga The Fed mungkin tidak akan terjadi hingga lebih lambat dari perkiraan tahun ini.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Jumat (16/02). Minyak +1,49% ke level USD 79,19/bbl, batubara -0,08% ke level USD 122,75/ton, nikel +0,86% ke level USD 16,232, CPO -0,39% di level MYR 3.806, dan harga emas +0,46% ke level USD 2.024,10/toz.
Pasar Asia bergerak menguat pada Jumat (16/02). Nikkei +0,86%, diikuti Hang Seng 2,48%, Shanghai 1,28%, dan KOSPI 1,34%.
IHSG mengakhiri perdagangan Jumat dengan ditutup di level 7.335,6 (+0,44%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.645,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.477 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 168,7 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 470,5 miliar), TLKM (Rp 378,9 miliar), dan BBRI (Rp 233,5 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh GOTO (Rp 34 miliar), ADMR (Rp 28,6 miliar), dan INCO (Rp 22,4 miliar). Top leading movers emiten TPIA, TLKM, BREN, sementara top lagging movers emiten GOTO, SMMA, BYAN.
Pagi ini NIKKEI dibuka -0,04% dan KOSPI +0,75%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways hari ini, seiring dengan sentimen mixed dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
