Jakarta, TopBusiness – PT PLN ICON Plus atau PLN ICON Plus, sebagai anak usaha dari PT PLN (Persero), memiliki sebuah konsep yang mendorong perusahaan menemukan dan menonjolkan faktor-faktor unik yang memisahkan dari pesaingnya atau unique differentiation. Hal itu juga sebagai sarana untuk menegakkan program tanggung-jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Ditegaskan Direktur Utama PLN ICON Plus, Ari Rahmat Indra Cahyadi, bahwa memang PLN ICON Plus ini memiliki unique differentiation yang hanya satu-satunya di Indonesia yaitu perusahaan berawal dari penyedia internet connectivity provider di seluruh asetnya PLN, dan sekaligus menyedia green solution berbasis energi hijau.
Untuk itu, dia melanjutkan, tentunya kontribusi PLN ICON Plus ini adalah bagaimana meratakan digitalisasi. “Tahun 2023 akhir, kami sudah meng-cover 70 persen dari Kabupaten di Indonesia, kurang lebih 350 kabupaten yang kami cover. Ini Luar biasa mendengar testimoni yang dicover oleh internet. Bulan Januari, kebetulan saya langsung hadir program TJSL di Palembang, di situ saya kumpulkan 10 kepala sekolah SMP, SMK, SMA dan luar biasa testimoninya dari yang tidak bisa mendapatkan akses internet bukan saja internet kabel tapi juga seluler blank spot area,” kata Ari dalam pernyataanya di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2024, yang berlangsung melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.
Kemudian dirinya menceritakan soal program TJSL atau corporate social responsibility (CSR) sangat amat dibutuhkan oleh masyarakat, dan pada gilirannya memberikan nilai bisnis bagi perusahaan itu sendiri.
“Jadi ini sangat menggugah sekali, dan di situ kami bangun coverage-coverage masuk ke pedalaman sekaligus dibangun juga CSR dengan cara menambahkan bandwidth khusus. Jadi, misalkan, kami bangun 50 megabits per second, kami tambahkan free untuk sekolah-sekolah 50 mega selama satu tahun berlangganan. Jadi ini yang kami lakukan untuk meningkatkan digitalisasi di daerah-daerah yang belum dicover oleh internet, khususnya internet yang berkualitas berbasis fiber optic. Kenapa? untuk internet berkualitas berbasis fiber optic perlu infrastruktur. Infrastruktur PLN yang selama ini hanya jadi tiang Listrik. Nah ini yang kami gunakan maksimal untuk mengakses ke daerah-daerah tersebut,” kata dia.
Dijelaskan kembali oleh Ari, dalam mengimplementasikan CSR, pihaknya berbasis pada kekuatan perusahaan dan mengoptimalkan infrastruktur perusahaan induk. “Kami menyasar daerah-daerah TJSL, tentunya berbasis pada strengthen. Kemudian infrastruktur yang belum dimaksimalkan oleh PLN. Dan Pulau Buluh, salah satu contoh, sebelumnya Gunung Kidul dan lain-lain, yang selama ini sulit diakses, kami bangun, sekaligus bangun juga TJSL di sana,” ujarnya.
Pada gilirannya, program tanggung-jawab sosial dan lingkungan atau TJSL diselaraskan dengan portofolio isu strategis, serta bisnis proses perusahaan yang berkelanjutan.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan, Heni Utari Ambarwati, menyatakan perusahaan mengimplementasikan strategi TJSL dan ESG PLN ICON Plus melalui penyelarasan program dan portofolio isu strategis, serta bisnis perusahaan yang sustain.
Kemudian yang bisa diukur, measurement dan creating value. Itu juga sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor Per-1/mbu/03/2023 Tahun 2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
“Jadi pemilihan TJSL yang diutamakan adalah program prioritas dengan program strata-1. Kemudian, yang memiliki nilai SROI (social return on investment)-nya lebih dari 100 persen. Dan tentunya kami juga ada kegiatan lain, selain yang strata-1, tetap dijalankan,” kata Heni, yang mempresentasikan materi penjurian bertema Menebar Satu Kebaikan Meraup Banyak Keuntungan.
